Olah Kotoran Sapi Jadi Pupuk Kompos Di Dusun Ngujung

0
83

Mengolah kotoran ternak sapi menjadi pupuk kompos dengan sentuhan Effective Microorganisms 4 (EM4) dan bahan tambahan lainnya berupa jerami cukup mudah.

Bahan starter untuk fermentasi yang digunakan adalah EM4. Sebelum digunakan untuk fermentasi kompos, EM4 terlebih dulu diaktifkan, caranya dengan mencampurkan EM4 satu liter, sari buah nanas (empat buah) dan air gula merah ½ kg + 1 liter air.

Semua bahan dicampur di dalam jeregen isi 40 liter, ditutup rapat dan dibiarkan selama satu minggu. Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut:

(1). Perbandingan antara kotoran sapi dan jerami padi adalah 60:40. Ini perbandingan yang tidak baku. Mau dibuat 50:50 atau 40:60 juga boleh. Tetapi kami dalam pembuatan kali in melakukan perbandingan 60:40.

Jadi, kalau kotoran sapinya sebanyak 60 kg, maka jerami padinya 40 kg. Jadi totalnya 100 kg. Sedangkan EM4 untuk jumlah bahan kompos tersebut adalah sebanyak 100 ml. Jangan lupa diaktifkan dulu.

(2) Ini hanya saran saja, jerami padi sebaiknya di cacah terlebih dulu. Ini akan lebih memaksimalkan proses pengomposan. Tapi biasanya, jerami ini sudah bercampur aduk dengan kotoran sapinya, dan sulit untuk dipisahkan. Kalau memang tidak memungkinkan, tidak perlu dicacah juga tidak masalah.

(3). Selanjutnya antara kotoran sapi dan jerami dicampur sampai cukup merata. Setelah itu disiram dengan EM4 yang sudah aktif sampai rata juga. Tipsnya adalah sedikit demi sedikit bahan kompos dihamparkan tipis-tipis. Kemudian permukaannya disemprot dengan EM4 sampai merata.

Selanjutnya di atasnya ditambahi bahan kompos lagi dan disiram dengan em4 lagi. Begitu seterusnya sampai bahan kompos habis.
(4). Setelah semua bahan habis, kompos ditutup dengan rapat selama minimal empat minggu. Seperti yang diulas web gadingharjo.bantulkab.go.id

Setiap 3 hari, dilakukan pembalikan kompos untuk aerasi. Kalau saat dipegang tumpukannya rasanya sudah tidak panas, maka kompos dari kotoran sapi sudah jadi.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini