Target

0
18
Kadek Brahma Shiro Wididana SE, MM. Staf Ahli Pemasaran PT Karya Pak Oles Tokcer.

Oleh: Kadek Brahma Shiro Wididana, SE., MM.*)
Banyak manajer dan staf pemasaran atau staf produksi tidak mengerti benar dengan maksud target. Disangkanya target itu sebuah angan-angan yang harus sering diucapkan agar tidak masuk angin atau agar merasa aman.

Kalau maksud target yang ingin dicapai belum diketahui, lebih baik merenung atau berdiskusi dengan atasan atau rekan sejawat agar lebih cepat memahaminya, atau cepat–cepat pergi meninggalkan perusahaan atau organisasi yang diikuti karena siapa tahu kita merasa masuk dalam organisasi yang salah. Karena itu target perusahaan harus segera dipahami agar kita bisa cepat mengambil keputusan.

Mengejar target untuk membesarkan perusahaan dan ikut dalam pusaran energi perusahaan yang semakin membesar, atau meninggalkan target dan siap terlempar keluar sistem perusahaan karena energi kita terlalu kecil atau berlawanan dengan pusaran energi perusahaan.

Definisi target yang paling mudah adalah sasaran nyata yang hendak dituju berupa jumlah barang, uang atau jasa yang mampu dihasilkan melalui suatu usaha atau strategi dalam kurun waktu yang telah ditetapkan untuk mendapatkan keuntungan perusahaan yang lebih besar secara materiil dan spirituil.

Ada empat hal pokok yang menentukan target yakni sasaran, strategi, waktu dan keuntungan yang harus bisa dijelaskan secara gamblang. Target itu bermula dari pikiran, dari suatu dunia maya sebagai akumulasi dan kombinasi dari informasi, imajinasi, harapan, cita–cita, kekuatan pikiran yang fokus, untuk bisa diwujudkan melalui kerja keras dan disiplin tinggi.

Jadi target itu sifatnya abstrak. Hanya orang-orang tertentu yang bisa membayangkan hal yang abstrak itu sama seperti kenyataan. Jika target bisa dijelaskan oleh manajer dan stafnya yang mengerti maksudnya, bagaimana cara mencapainya, kapan tercapainya, dan untuk apa kita mencapainya, kemungkinan target sudah mencapai 80% tinggal 20% lagi diimbangi dengan kerja keras, disiplin tinggi, keberanian, tekad baja dan kehendak Tuhan.
Target ditentukan oleh kepala tim dalam kapasitas manajer, direktur, direktur utama, atau pemilik perusahaan berdasarkan kesepakatan anggota tim secara bersama-sama untuk mewujudkan sesuai dengan kondisi dan dukungan perusahaan.

Mengapa target bisa tercapai? Karena nyata, gamblang, mudah dipahami, tidak muluk-muluk, sesuai dengan kondisi dan perusahaan, serta kerja sama tim yang kompak, kuat dan disiplin tinggi. Bagaimana kalau target yang telah ditetapkan sudah sangat jelas dan mudah dimengerti, sesuai dengan kondisi dan didukung perusahaan, tetapi susah sekali tercapai? Pertama kerjasama tim yang kurang solid, kurang kerja keras, atau masih ada virus di dalam tim yang tidak terdeteksi.

Kedua ragu-ragu dan kurang percaya diri. Ketiga, memang Tuhan belum memberikan kita mencapai target karena kita memang belum siap menerima dan mengejar target secara materiil dan spiritual. Bagaimana kalau target kita perkecil atau kalau bisa kita bekerja tanpa target agar target harus bisa dipenuhi dan kita selalu bisa berpuas diri? Pertanyaan itu cocok ditanyakan oleh orang yang bernyali kecil, takut dalam persaingan, tinggal menunggu mati saja, dilibas oleh kerasnya persaingan yang semakin ketat.
*) Staf Ahli Pemasaran PT Karya Pak Oles Tokcer

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini