Peternakan Kambing Sentuhan EM Hasilkan Daging Lembut

0
72
Seorang pekerja menunjukkan produk EM4 untuk peternakan Kambing Central Tegal Jalan Rajawali No. 40 RT 03 RW 09, Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Tegal, Jawa Tengah.

Budidaya ternak kambing Peranakan Etawa (PE) dan jenis ternak lokal lainnya dengan sentuhan teknologi Effective Microorganisme 4 (EM4) sangat disenangi konsumen karena dagingnya lembut dan lemaknya sedikit.

“Sejak awal merintis usaha peternakan kambing pada tahun 2004 hingga sekarang lebih dari 18 tahun dengan ternak piharaan mencapai ratusan ekor selalu menggunakan EM4 peternakan,” kata  pemilik peternakan Kambing Central Tegal Jalan Rajawali No. 40 RT 03 RW 09, Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Tegal, Jawa Tengah, Abdul Bazir Nagara (42 tahun) ketika  menerima kunjungan tim youtube PT Songgolangit Persada kantor Pusat di Denpasar, Bali.

Ia mengatakan, awalnya memelihara puluhan ekor kambing terus berkembang hingga mencapai 500 ekor, namun sekarang hanya memelihara 200 ekor, karena dalam proses perbaikan kandang.

Upaya ternak kambing yang mencapai ratusan ekor itu dilakukan dengan menggunakan EM4 peternakan produksi PT Songgolangit Persada untuk berbagai manfaat antara lain    mengatasi bau limbah kotoran kambing dan membersihkan kandang.

EM4 juga dicampurkan dengan air untuk air minuman ternak kambing, memandikan ternak, menyemprot lingkungan kandang dan tumpukan kotoran ternak kambing agar tidak menimbulkan bau yang menyengat.

EM4 peternakan mempunyai manfaat untuk mengurangi jumlah lalat dan serangga yang mengganggu ternak kambing, memperbaiki kesehatan ternak, mengurangi ketegangan (stres) ternak, memperbaiki mutu daging ternak, memperbaiki kesuburan ternak dan mengurangi angka kematian ternak.

Abdul Bazir Nagara mengakui, ketika merintis usaha peternakan kambing awalnya mengalami kendala dan hambatan menyangkut penanganan limbah kotoran kambing yang sangat mengganggu bagi lingkungan sekitarnya.

Namun dengan menggunakan EM4 peternakan, 80 persen masalah bau dari kotoran ternak kambing dapat diatasi, bahkan populasinya terus ditingkatkan awalnya hanya 20 ekor meningkat menjadi ratusan ekor justru lingkungan menjadi bersih, tidak menimbulkan bau dan pencemaran.

“Bahkan usaha peternakan kambing yang termasuk besar ini dapat bertahan hingga sekarang, bahkan di masa-masa mendatang karena hampir tidak ada protes dari masyarakat lingkungan sekitarnya,” ujar Abdul Bazir Nagara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini