Dr. Wididana: Semangat Terus Tumbuh Untuk Kebaikan

0
46
Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr Direktur Utama PT Karya Pak Oles Grup.

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Grup, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr menegaskan, dalam kehidupan modern yang diwarnai dengan persaingan semakin ketat tidak ada istilah semangat yang memudar, justru semangat harus terus tumbuh untuk memberikan kebaikan atau berbuat baik.

“Upaya itu disertai dengan terus belajar menyangkut berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari dan mendekatkan diri dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa,” kata Dr. Wididana yang juga seorang instruktur Yoga Internasional ketika memberikan dharmawacana tentang yoga yang disiarkan salah satu stasiun televisi berjaringan di tingkat pusat, Jakarta.

Gede Ngurah Wididana adalah guru yoga internasional, setelah lulus dan mengantongi sertifikat berkat secara tekun mengikuti Yoga Teacher Training (YTT) di kawasan Legian, Kuta, Kabupaten Badung selama 200 jam dengan pelatihnya Ian Terry, founder of Yoga Fx aliran Yoga Bikram, selama tiga minggu, 5-23 September 2022.

Alumnus Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang dan program S-3 Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menambah, dengan memiliki semangat yang terus menyatu dalam kehidupan bisa mendekatkan diri dengan masyarakat sekitarnya.

Oleh karena itu tapas swadiaya menjadi satu kesatuan untuk tetap semangat, terus bekerja dan belajar mendekatkan diri dengan seluruh masyarakat, alam sekitarnya dan Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan cara itu berarti tahapan yoga sebagai sikap hidup sehari-hari terus dilatih, dibiasakan yakni bekerja fokus dalam berusaha dan fokus dalam bekerja untuk membentuk sikap mental yang positif yang memberikan nasib baik, karma baik yang akan tumbuh karena berbuat baik.

Sebaliknya perbuatan burukpun juga akan tumbuh karena dibiasakan berbuat buruk. Semua tiu harus tulus, bekerja fokus secara terus menerus dan tulus ikhlas.

Upaya tersebut akan membangun semangat dan membangkitkan cakra-cakra dalam tubuh kita sehingga terus bisa aktif, sehat dalam pikiran dan jiwa raga.

Walaupun misalnya sakit namun cepat sembuh, meskipun kehidupan yang dijalani sangat sederhana, artinya tidak berpoya-poya, makannya sederhana, pakaiannya juga sederhana.

Sederhana bukan berarti miskin, tapi cukup bisa memanfaatkan apa yang dimilikinya, bisa menggunakan apa yang dimiliki, bisa mencari apa yang diinginkan sesuai dengan kemampuannya. Inilah yang disebut dengan wairagya, iklas sehingga apa yang dikerjakan tidak ada suatu penyesalan semuanya diberikan kerjaan yang hebat nyambung dengan iklas.

Yoga itu harus selaras apa yang dipikirkan, apa yang dikatakan, dan apa yang diperbuat harus menyatu dengan tubuh pikiran dengan jiwa raga, tutur Dr. Wididana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini