Akademisi: Buat Jamumu Sesuai Kondisi Kesehatan

0
77
Ni Made Sinarsari, A.Md. Keb.S. Ker. H. MSI (kiri) bersama Raras Titika saat peraktek membuat jamu di Kang Zanger Bokashi Farm.

Seorang akademisi Universitas Hindu Negeri menjelaskan, dalam membuat jamu untuk dirimu sendiri atau bagi anggota keluarga yang telah ditentukan, agar bahan yang digunakan disesuai dengan kondisi kesehatan yang akan mengkonsumsi minuman tradisional (loloh) tersebut.

“Kalau orang yang akan mengkonsumsi jamu itu mengalami gangguan asam lambung, maka bahan untuk membuat jamu cukup dari jahe, lemon dan beras kencur,” kata Ni Made Sinarsari, A.Md. Keb.S. Ker. H. MSI, dosen Fakultas Yoga Kesehatan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar di Kang Zanger Bokshi Farm, Denpasar Timur, baru-baru ini.

Ia mengatakan hal itu ketika tampil sebagai pembicara
pada pelatihan yang mengusung tema “Buatlah Jamumu sendiri” menggunakan bahan yang mudah dan murah diproleh dari lingkungan sekitar yang melibatkan puluhan kalangan milenial.

Lewat pelatihan membuat jamunu sendiri yang digagas Kepala Unit Digital Marketing PT Karya Pak Oles Tokcer, Wibhuti Emriko B.Sc., M.Sc itu diharapkan dapat mendorong anak-anak muda, ibu muda dan sebayanya untuk sehat dengan cara alami.

Menurut Ni Made Sinarsari, jamu dari bahan jahe, lemon dan beras kencur, selain untuk menjaga stamina tubuh juga mampu mengatasi gangguan asam lambung tersebut.

“Yang penting dalam membut jamu tersebut didasari atas niat yang tulus, sehingga dapat memberikan manfaat bagi tubuh,” ujar Ni Made Sinarsari.

Sementara Raras Titika, seorang peserta pelatihan “Membuat jamumu sendiri” itu mengaku dengan senang hati mengikuti pelatihan yang dapat menambah wawasan dan keterampilan, karena selama ini rutin mengkonsumsi jamu.

Mudah-mudahan nantinya bisa membuat jamu sendiri, minimal untuk diri sendiri dan keluarga, kata Raras Titika, sosok remaja putri asal Yogyakaarta, yang bekerja di sebuah kantor pengacara (Kantor Hukum) di Kuta, Kabupaten Badung.

Ia mengaku sangat senang mengikuti pelatihan tersebut karena banyak memperoleh hal-hal baru yang sebelumnya tidak tahu dalam menyiapkan bahan untuk membuat jamu termasuk dalam proses pembuatannya.

“Dengan mengikuti pelatihan saya jadi paham untuk memotong bahan baku jamu mengikuti ruas, dan pakem-pakem lain dalam membuat jamu,” tutur Raras Titika.

Ia mengaku, di daerah asalnya Yogyakarta masih mudah menjumpai pedagang jamu perasan yang mengolahnya di tempat jualan, manun hal itu sulit ditemui di Bali, kecuali pedagang jamu keliling.

“Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari dari mengikuti pelatihan nantinya bisa membuat jamu sendiri untuk minum diri sendiri,” ujar Raras Tetika.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini