Perluasan Pabrik EM Antisipasi Peluang Pasar Pupuk Organik

0
58
Seorang pekerja sedang menurunkan produk EM4 di TPS3R Sidakarya, Denpasar Selatan.

Oleh: I Ketut Sutika
Indonesia mengadopsi teknologi Effective Microorganisms (EM) dari Jepang tahun 1990 dan segera mendirikan pabrik pupuk organik pertama di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat,
Sejak Indonesia mengadopsi teknologi yang mudah, murah. hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan itu mulai membentuk wadah dengan mendirikan PT. Songgolangit Persada (SLP) yang mengelola pabrik EM, mengurus izin, melakukan penelitian, pendidikan dan latihan kepada para petani dan masyarakat umum tentang pertanian organik.

PT. SLP itu didirikan oleh Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang kala itu baru saja menyelesaikan program pendidikan Pascasarjana (S-2) di Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang tahun 1990, pria kelahiran Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng, 9 Agustus 1961.

Perusahaan yang didirikannya itu sekaligus menjabat Direktur Utama PT. Songgolangit Persada yang merupakan satu-satunya di Indonesia sebagai agen tunggal yang memproduksi dan memasarkan pupuk hayati EM4 pertanian, peternakan, perikanan dan pengolahan limbah yang mendapat lisensi dari EM Research Organization (EMRO) Jepang.

Pabrik perdana yang didirikan itu pada awal perkembangannya dinilai sangat lambat, bahkan sampai tahun 1997, upaya “top down” yang dilakukan dengan berharap adanya dukungan birokrasi belum membuahkan hasil, seperti yang dituturkan Staf Ahli PT. SLP, Ir. I Gusti Ketut Riksa.

Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangli, Bali itu bergabung dengan PT. SLP sejak memasuki masa purna tugas tahun 2002 menuturkan, Pak Oles melakukan terobosan, dengan membentuk kelompok tani, kelompok ternak, kelompok ikan dan mengajak para tokoh yang dinilai kooperatif untuk bersama-sama mengembangkan teknologi EM di Indonesia.

Pabrik EM yang awalnya hanya satu unit di Bojong Gede, Jawa Barat dalam perkembangnnya kini bertambah menjadi empat unit pabrik yang terdiri atas dua unit di Pulau Jawa dan dua unit tersebar di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng dan Desa Bantas, Kabupaten Tabanan yang keduanya di Bali.

Dari empat lokasi pabrik EM tersebut tiga diantaranya sudah melakukan perluasan untuk meningkatkan kapasitas produksi yakni di Desa Bengkel, Kabupaten Buleleng yang sudah berhasil dilaksanakan setahun yang lalu dan perluasan pabrik di Desa Bantas, Kabupaten Tabanan sedang dalam proses penyelesaian.

Sedangkan pabrik EM pertama yang dibangun di Bojong Gede, Jawa Barat kini perkembangan masyarakat sekitarnya sangat pesat sehingga tidak memungkinkan untuk mendapatkan lahan untuk melakukan perluasan pabrik.

Kondisi itu disiasati dengan membangun pabrik EM baru atau pabrik EM yang ke-4 di kawasan Industri Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat yang secara resmi telah beroperasi sejak awal Agustus 2022.

Acara syukuran gedung baru di atas lahan seluas 10 are atau 1.000 meter persegi di kawasan Gunung Sindur Kabupaten Bogor dipimpin Kepala Cabang PT. Songgolangit Persada Jakarta Ir. Agoes Wibisana dihadiri oleh seluruh staf dan karyawan perusahaan tersebut.

Pabrik baru dilengkapi fasilitas pendukung produksi, antara lain, tempat penyimpanan bahan baku, ruang produksi, ruang pendinginan, serta packing produk. Lokasi strategis dan asri serta akses jalan strategis memungkinkan pengiriman barang masuk dan keluar lebih mudah dan cepat saat pengiriman.

Pabrik Bantas

Sementara Direktur Utama PT. Songgolangit Persada, Ir. Haji Agus Urson Hadi Pramono mengharapkan, pembangunan perluasan gedung Pabrik EM di Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan segera rampung dan bisa beroperasi tahun ini untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengantisipasi permintaan pupuk organik di Indonesia semakin meningkat.

Perluasan gedung unit II pabrik EM di Desa Bantas dilakukan bersebelahan dengan pabrik organik padat Bokashi Kotaku dan pabrik Tanah Subur Pak Oles di atas hamparan lahan seluas 1 hektar.

Perluasan pabrik di Desa Bantas untuk memproduksi EM4 pertanian dan EM4 perikanan memperkuat Pabrik EM di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng yang juga pabriknya telah diperluas untuk menambah kapasitas produksi sejak setahun lalu.

Pabrik EM4 di Desa Bengkel bersebelahan dengan pabrik Industri Obat Tradisional PT. Karya Pak Oles Tokcer itu memiliki tiga gedung yakni gedung I memproduksi EM peternakan dan dua gedung untuk mendukung kegiatan operasional.

Pemasaran EM produksi dari ke empat unit pabrik itu mengunakan jaringan distribusi toko-toko pertanian, peternakan, perikanan dan poultry shop yang selanjutnya menjual dan mendistribusikan kepada masyarakat, petani, nelayan dan peternak.

Agus Urson , pria kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, 15 Juni 1967, atau 55 tahun yang silam itu menyarankan kepada masyarakat luas di Indonesia untuk menggunakan EM dalam aktivitas keseharian untuk bidang pertanian, perikanan, peternakan dan mengatasi limbah, karena EM harganya sangat murah.

Pihaknya mempunyai filosofi untuk sedapat mungkin membantu petani, peternak, perikanan dan masyarakat luas untuk mengusahakan, mengembangkan dan budidaya dengan biaya semurah mungkin.

Mengaplikasikan EM4 untuk semua jenis sangat mudah, karena dalam kemasan botol satu liter sudah tertera secara jelas takaran, petunjuk dan cara dalam memanfaatkannya.

Berkat berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan dalam pengembangan teknologi EM di Indonesia, dari ratusan negera yang menerapkan teknologi hasil temuan Prof. Dr. Teruo Higa di berbagai negara di belahan dunia, Indonesia menempati posisi terdepan dalam memanfaatkan teknologi EM berkat keseriusan, kerja keras dan kebersamaan dengan semua pihak.

Gede Ngurah Wididana yang merupakan mantan mahasiswa Prof. Teruo Higa telah menerapkan teknologi EM untuk bidang pertanian, perikanan, peternakan, lingkungan dan kesehatan. Ia memiliki ilmu pengetahuan yang sudah diterapkan dan langsung dipraktekkan oleh petani di Indonesia maupun mancanegara.

Upaya itu terus diimbangi dengan melatih diri untuk menerapkan teknologi EM di berbagai sektor kehidupan serta mengikuti dan menyerap informasi dari media sosial (medos), PT Songgolangit Persada, facebook dan EMRO yang memiliki situs internasional tentang hasil penelitian dan pengembangan EM terbaru. https://linktr.ee/em4 #EM4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini