Mangku Pastika Serap Aspirasi Terkait “Usada Berbasis Kearifan Lokal”

0
34
Sejumlah peserta acara Penyerapan Aspirasi Masyarakat dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI, Dr. Made Mangku Pastika, MM melakukan foto bersama di Bokashi Farm.

Bali dalam mengembangkan sektor pertanian termasuk membangun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus mampu mengembangkan sistem andal dan mapan di atas kemampuan diri sendiri mulai dari pengadaan bibit, pupuk, perawatan hingga panen.

“Upaya itu dapat dilakoninya dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri tidak tergantung dari usaha orang lain,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI, Dr. Made Mangku Pastika, MM pada Acara Penyerapan Aspirasi Masyarakat dengan Direktur Utama PT. Karya Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr di Bokashi Farm Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, Kamis (21/7/22).

Dalam acara yang mengusung tema “Usada Berbasis Kearifan Lokal” Mangku Pastika menekankan, di mana ada usaha atau kegiatan proyek yang mendapat dukungan anggaran subsidi dari pemerintah di situ ada permainan.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi misalnya, di situ ada permainan oleh oknum atau mafia sehingga menimbulkan kerugian bagi pemerintah, masyarakat dan petani. Untuk itu usahakan bisa membuat usaha mandiri sehingga tidak tergantung pada orang lain.

“Bali tentu bisa melakukan hal itu, karena banyak orang-orang pintar dan memiliki kemampuan memproduksi bibit maupun ahli memproduksi pupuk organik seperti yang telah dilakoni oleh PT. Songgolangit Persada yang didirikan oleh Gede Ngurah Wididana yang akrab disapa Pak Oles,” ujar Mangku Pastika, mantan Gubernur Bali.

Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) yang telah dibangun di delapan kabupaten dan satu kota di Bali mampu memproduksi ratusan ton pupuk organik, namun tidak mendapat izin edar dari Kementerian Pertanian, meskipun wadah Simantri itu telah mengantongi sertifikat memproduksi pupuk organik.

Sertifikat memproduksi pupuk organik itu harus disertai dengan izin edar pemasaran pupuk organik dari Kementerian Pertanian. Ratusan ton pupuk yang menumpuk itu telah terjadi sejak beberapa bulan bekalangan ini yang perlu segera mendapat perhatian dari pemerintah pusat, harap Mangku Patika, mantan gubernur Bali dua periode.

Banyak Harus Dikerjakan

Dalam acara yang dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan petani dan pengembangan tanaman herbal (obat-obatan) yang dipandu moderator I Nyoman Baskara, Gede Ngurah Wididana, sosok pria enerjik, pelopor pertanian organik di Indonesia itu mengakui, banyak hal yang harus dikerjakan agar sektor pertanian menjadi kuat dan mapan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Pengembangan dan pembangunan bidang pertanian memang berat, namun berkat kesungguhan, ketekunan dan kerja keras menanam berbagai jenis bibit tentu dalam lima, sepuluh dan 15 tahun yang akan datang akan berhasil.

Keberhasilan itu juga sangat tergantung dari investasi pendidikan dalam arti luas untuk memotivasi semangat, kerja keras untuk melakukan penanaman bibit secara berkesinambungan, bukan semata-mata hanya mengutamakan hasil, ujar Gede Ngurah Wididana.linktr.ee/pakolescom #pakoles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini