
Banyak petani dan peternak dari berbagai daerah di Indonesia yang telah merasakan manfaat penggunaan Effective Microorganisms 4 (EM4). Termasuk yang diakui oleh Muswanto, salah satu peternak sapi dari Desa Cempaka Putih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
“EM4 telah saya berikan untuk pakan fermentasi dan pada minum ternak sapi yang saya pelihara,” kata Muswanto saat ditemui tim YouTube EM Indonesia Official beberapa waktu lalu.
Selain itu, EM4 yang diproduksi PT Songgolangit Persada (SLP) juga digunakan untuk mengurangi bau amonia pada kotoran sapi.
“Saya memiliki 12 sapi yang dipelihara di kandang. Untuk menekan bau amonia, saya semprotkan EM4 yang berwarna biru pada kotoran sapi,” ucapnya.
Hasilnya, ujar Muswanto, bau kotoran sapi menjadi berkurang dan kotoran tersebut dapat dijadikan pupuk yang bagus. Sapi pun makannya lahap dengan pertumbuhan yang sehat dan maksimal.
“Oleh karena itu, saya sarankan kepada teman-teman peternak lainnya agar menggunakan produk EM4. Selain harganya yang ekonomis atau terjangkau, juga terbukti banyak manfaatnya,” katanya.
Ia menegaskan, dengan penggunaan EM4, ternak menjadi sehat dan sekaligus lingkungan terjaga. “Pilih yang sudah pasti, EM4,” ajak Muswanto bersemangat.
Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr dalam berbagai kesempatan menyampaikan EM4 Peternakan adalah produk untuk membantu meningkatkan produktivitas dan kesehatan hewan ternak.
EM4 Peternakan mengandung mikroorganisme yang bermanfaat seperti bakteri asam laktat, ragi, dan mikroba pengurai. Teknologi EM ini telah ditemukan pada tahun 1980 oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus di Okinawa, Jepang.
Teknologi EM saat ini sudah digunakan lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia. Wididana yang juga alumnus Program Pascasarjana Faculty of Agriculture, University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang ini menjadi satu-satunya pemegang lisensi dari Prof Higa untuk mengembangkan teknologi EM di Indonesia selama lebih dari 35 tahun.https://linktr.ee/em4
