Mahasiswa Jurusan Farmasi Universitas Sahid (Usahid) Surakarta, Jawa Tengah, mengamati berbagai jenis tanaman herbal berkhasiat obat di Bokashi Farm-Pak Oles Green School.

Puluhan mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Farmasi Universitas Sahid (Usahid) Surakarta, Jawa Tengah, melakukan kunjungan industri ke Industri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer dalam rangka kegiatan akademik lapangan, belum lama ini.

Kunjungan mahasiswa semester V tersebut merupakan bagian dari program studi ekskursi untuk memperluas wawasan praktik industri obat tradisional, teknologi herbal, serta penerapan Effective Microorganisms 4 (EM4) dalam proses produksi.

Rombongan mahasiswa diterima di Bokashi Farm – Pak Oles Green School, Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, oleh Manajer Bokashi Farm Koentjoro Adijanto dan Kepala Bagian Pemastian Mutu IOT KPOT Plant 1, Apt. Luh Ketut Budi Maitriani, S.Farm.

Mahasiswa Farmasi Usahid Perkuat Skill Industri

Dosen pendamping, Apt. Riski Ishariyanto, S.Farm., M.S.Farm, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga melihat langsung penerapan ilmu farmasi di dunia industri.

“Mahasiswa selain mendapatkan teori di kampus, juga harus mengasah ilmu secara nyata di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa Usahid telah mempelajari dan mempraktikkan pembuatan berbagai produk, khususnya dalam bidang teknologi kosmetik.

“Di akhir UAS mereka wajib praktik membuat produk seperti parfum, sabun, toner, micellar water dan lainnya. Selama ini produk tersebut masih sebatas tugas akademik dan belum dipasarkan,” jelasnya.

Menurutnya, kunjungan ke Pak Oles diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa setelah lulus nanti.

Sejarah Industri Obat Tradisional Pak Oles

Dalam sesi materi, Apt. Luh Ketut Budi Maitriani memaparkan sejarah berdirinya Industri Obat Tradisional Pak Oles yang dirintis sejak tahun 1997 oleh Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, alumnus Faculty of Agriculture University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang.

Produk unggulan perusahaan ini adalah Minyak Oles Bokashi, minyak herbal khas Bali yang diproduksi secara modern dengan sentuhan teknologi EM (Effective Microorganisms).

Ramuan ini berasal dari warisan Dadong Bandung, nenek Pak Oles, berupa ramuan tradisional Lengis Arak Nyuh dari Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng, yang kini dikembangkan dengan teknologi fermentasi EM.

Minyak Oles Bokashi dikenal memiliki aroma khas hasil fermentasi dan digunakan untuk membantu meringankan pegal linu, bisul, gatal, bengkak akibat gigitan serangga, campuran mandi rempah, serta membantu mengurangi bau tidak sedap.

Produk Herbal Pak Oles Beragam

Selain Minyak Oles Bokashi, PT Karya Pak Oles juga memproduksi berbagai produk herbal lain, antara lain:

Bokashi Care (3 varian), Balsem Bokashi, Minyak Tetes Bokashi, Madeu Geruh Bokashi, Madu Rocky, Madu Resi, Masker Madu Hitam, Parem Lantik, dan Krim Saribing.

Mahasiswa juga diajak mengelilingi kebun mini tanaman obat seluas 4.000 meter persegi untuk melihat langsung bahan baku herbal yang digunakan dalam produksi. Di akhir kunjungan, mahasiswa mendapatkan produk Minyak Oles Bokashi kemasan 5 ml.

Teknologi EM4 untuk Lingkungan dan Pertanian Organik

Sementara itu, Koentjoro Adijanto memaparkan pemanfaatan teknologi EM4 di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengolahan limbah.

“Pemanfaatan bakteri efektif sebagai pengurai limbah, termasuk pengurai tinja, menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan lingkungan serta mendukung sistem pertanian organik berkelanjutan,” jelasnya.

Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa farmasi dalam memahami integrasi antara obat tradisional, teknologi EM4, dan produksi herbal modern, sekaligus memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia industri kesehatan.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini