Puluhan Murid MI Al Kalam Padangsambian Kunjungi Pak Oles Green School

0
210
Murid MI Al Kalam Padangsambian Kelod Denpasar Barat belajar menanam tanaman herbal dengan pupuk Bokashi menggunakan polybag di POGS.

Sebanyak 34 murid dari MI Al Kalam Padangsambian Kelod Denpasar Barat mengunjungi Pak Oles Green School (POGS) yang berlokasi di Jalan Waribang, Kesiman Denpasar Timur. Dalam kunjungannya yang didampingi dua orang guru itu berkaitan dengan program P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sesuai yang ditentukan dalam Kurikulum Merdeka.

Serangkaian kegiatan dalam kunjungan itu diisi dengan penjelasan tentang seputar jenis-jenis tanaman herbal yang berfungsi sebagai obat. Penjelasan yang disampaikan Manajer Pak Oles Green School, Ir. Koentjoro Adijanto begitu detail dan mampu menggiring siswa-siswi dalam suasana yang interaktif. Sejumlah tanaman obat yang dicontohkan antara lain seperti bunga tanaman Kitolod yang bisa mengatasi mata merah, kumis kucing untuk memperlancar kencing hingga pupuk organik yang menggunakan bahan kotoran sapi dicampur dengan EM4 (Effective Microorganisms) yang namanya bokashi. Koentjoro Adijanto mengatakan, edukasi yang diberikannya itu terkait dengan pengenalan lingkungan tanaman obat dan manfaatnya. 

Setelah memberikan penjelasan, siswa-siswi diajak ke kebun untuk dikenalkan dengan pupuk organik berikut cara penanaman lidah buaya di dalam polybag. Peserta begitu antusias mengikuti caranya apalagi masing-masing anak bisa langsung membawa pulang. Pemberian sebagai bingkisan ini dimaksudkan agar selain sebagai kenang-kenangan juga bisa ingat dengan POGS.

“Harapan kami tanaman itu dipelihara dan menjadi lebih bernilai sebagai kenang-kenangan,” ujar Koentjoro Adijanto di sela-sela kegiatan, Sabtu (4/5/2024). Seusai menanam lidah buaya di polybag, dilanjutkan dengan penebaran makanan kepada lele di kolam, serta memberi makanan ke sapi-sapi di areal bagian belakang Pak Oles Green School tersebut.

Guru pendamping yang sekaligus juga Wali Kelas 1 MI Al Kalam Padangsambian Kelod, Dewi Kutubusita mengatakan, tujuan kunjungannya mengajak serta anak didiknya ke POGS itu adalah terkait dengan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagaimana yang tertuang dalam Kurikulum Merdeka. Kebetulan tema untuk kelas 1 adalah bercocok tanam, sehingga dipilihlan tempat ini yang dinilai sangat cocok. 

“Dengan mengajak kunjungan ke sini (POGS) kami harapkan agar anak-anak tahu jenis-jenis tanaman dan cara bercocok tanam. Nanti di sekolah anak-anak akan melakukan praktek menanam bermacam tanaman,” ujar Dewi. 

Ditanya kesan-kesanya setelah mengikuti rangkaian kegiatan, Dewi mengaku sangat puas karena edukasi yang diberikan sangat bagus, begitu juga prakteknya sangat tepat sesuai dengan tema kunjungannya. Tidak hanya itu bahkan mulai dari penyambutan di awal juga memuaskan. 

“Kami sangat puas, banyak sekali edukasi, dari awal penyambutan, penyampaian materi sangat bagus untuk siswa kelas 1, sangat tepat dengan tema kunjungan kami. Juga prakteknya banyak sekali edukasi, jadi sudah pas dan memuaskan,” ujar Dewi semangat.

Seperti disampaikan Koentjoro Adijanto, selama ini Pak Oles Green School tak hanya dikunjungi dari kalangan Taman Kanak-kanak (TK), SD namun juga kalangan perguruan tinggi dari luar Bali terutama bidang farmasi untuk tujuan studi banding atau industri.  

Kebun Pak Oles Green School dengan luas 4.000 meter persegi yang mengoleksi sekitar 115 jenis tanaman obat yang berkhasiat menjadi contoh pertanian organik perkotaan yang disebut Bokashi Farm atau pertanian organik dengan menggunakan pupuk bokashi sentuhan teknologi EM dari Jepang ini sudah berlangsung sejak belasan tahun silam. linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini