Limbah peternakan sapi diolah sebagai pupuk organik atau kompos setelah difermentasi dengan sentuhan probiotik Effective Microorganisms 4 (EM4).

Rukun Tetangga (RT) 13 Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan salah satu RT yang dikatagorikan Desa Tangguh oleh pemerintah setempat.

Sebagian besar warga RT 13 tersebut bekerja sebagai petani dan peternak. Kelurahan Lamaru memiliki potensi besar berupa sumber daya yang telah dimanfaatkan masyarakat dan warga setempat.

Potensi besar tersebut berupa lahan pertanian yang subur, pengembangan peternakan dan pengembangan sayur mayur untuk kebutuhan konsumsi maupun sebagai matadagangan untuk dijual ke pasar.

Di hamparan lahan yang luas terdapat kandang ternak yang biasa digunakan warga masyarakat secara bersama-sama memelihara hewan ternak.

Selain itu juga terdapat beberapa potensi sumber daya yang belum dimanfaatkan oleh warga setempat secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari.

Potensi tersebut adalah kotoran sapi atau limbah peternakan sapi milik warga masyarakat sekitarnya yang dapat diolah sebagai pupuk organik atau kompos setelah difermentasi dengan sentuhan probiotik Effective Microorganisms 4 (EM4).

Adapun alat-alat yang dibutuhkan ialah: (1) cangkul dan sekop untuk mengambil kotoran sapi dan mengaduk bahan kompos hingga tercampur secara merata. (2) gerobak untuk memindahkan kotoran sapi ke tempat yang ditentukan.

(3) beberapa buah ember untuk mengencerkan larutan EM4,molase dan air secukupnya. (4) gembor untuk menyiram hasil larutan ke campuran kotoran sapi dan sekam padi. (5). terpal untuk meletakkan dan menutup adukan kompos.

Bahan-bahan yang diperlukan (1) kotoran sapi sebanyak 100 kilogram (Kg), (2) sekam padi sebanyak 25 Kg, (3) EM4 sebanyak 100 mL dan molase sebanyak 100 mL dan air secukupnya.

Cara membuat pupuk kompos ialah (1) bahan kompos disiapkan seperti kotoran sapi di bawah dan sekam padi di atasnya, (2) larutkan cairan EM4 dan molase ke dalam air. (3) hasil larutan disiramkan merata di atas bahan kompos yang ada dan aduk bahan kompos sampai rata.

(4) Atur kelembaban kompos sebesar 60% dengan ciri bila digenggam tidak pecah, tidak ada tetesan air, tangan tidak basah, dan apabila kurang lembab ditambah air secukupnya, (5) bahan yang sudah diaduk ditutup dengan terpal.

(6). Lakukan pembalikan kompos setiap minggu dan pengecekan  proses pengomposan dilakukan pada hari ketiga, apabila terasa panas maka terjadi proses pengomposan, proses pengomposan berlangsung selama tiga minggu. (7) Setelah tiga minggu kompos sudah jadi ditandai dengan bahan kompos tidak panas dan tidak bau.

Ciri-ciri lain kompos sudah jadi dan baik adalah warna kompos coklat kehitaman, aroma kompos yang baik tidak menyengat, tetapi mengeluarkan aroma seperti bau tanah atau bau humus hutan, dan apabila dipegang dan dikepal, kompos akan menggumpal. Apabila ditekan dengan lunak, gumpalan kompos akan hancur dengan mudah. Seperti yang diulas web lppm.itk.ac.id.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini