Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede Nghurah Wididana, M.Agr. menunjukkan produk EM4 yang diaplikasikan pada bidang pertanian, perternakan, perikanan dan pengolahan limbah.

Tekun, gigih, semangat, kerja keras penuh kreatif itulah sosok Gede Ngurah Wididana, pelopor dan pakar pertanian organik Indonesia yang dengan senang hati menikmati proses pendidikan yang dilakoninya di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana sampai menyelesaikan program sarjana (S-1).

Sukses meraih gelar sarjana pertanian (Ir), pria kelahiran Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng, kelahiran 9 Agustus 1961 adalah putra sulung dari lima bersaudara pasangan  Ketut Sudana (94)-Luh Sriwati (92) kemudian  melanjutkan Program Pasca Sarjana (S-2) ke Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa,  Jepang, sekaligus belajar teknologi  Effective Microorganisms (EM) selama tiga tahun, 1987-1990).

“Semua proses pendidik tentang pertanian di dalam dan luar negeri, termasuk sempat menjadi dosen di Fakukltas Pertanian Universitas Nasional (Unas) Jakarta dinikmatinya dengan senang hati, bersyukur dan tidak ada rasa jenuh. Semua pengalaman adalah guru-guru yang bagus  dapat menjadi investasi  yang mampu mengantarkan menjadi ahli pertanian utama, “ tutur Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr.

Ia setelah menyelesaikan pendidikan di negeri Sakura mengadopsi teknologi Effective Microorganisms (EM) dari Jepang ke Indonesia tahun 1990 atau 33 tahun yang silam. Hal itu dilakukan salah seorang putra terbaik Bali waktu itu mendapat instruksi dari Prof. Dr. Teruo Higa, guru besar bidang hortikultura University Ryukyus Okinawa Jepang penemu teknologi EM, bahwa EM adalah teknologi  berkelanjutan yang cocok diterapkan di semua negara di seluruh dunia.

Di Indonesia pertanian organik pada saat itu belum dikenal masyarakat luas, sementara pertanian anorganik yang diterapkan secara intensif mulai menghadapi berbagai kendala dan hambatan yakni timbulnya hama penyakit tanaman, kerusakan lingkungan dan ketidak kestabilan produksi.

Pengalaman menggunakan teknologi EM di Indonesia selama 29 tahun menunjukkan bahwa bahan-bahan organik bisa dengan cepat menjadi pupuk organik melalui proses fermentasi EM4, sedangkan untuk tingkat dunia dikenal dengan EM1.

EM4 di Indonesia diperkenalkan sejak  tahun 1993 yang dimulai dari proses pengurusan izin, penelitian, pendidikan dan pelatihan bagi para petani dan masyarakat umum tentang EM4. Bersamaan dengan itu berdiri PT Songgolangit Persada untuk memproduksi dan memasarkan EM4 pertanian, EM4 perikanan, EM4 peternakan dan EM4 limbah.

Teknologi EM berkembang  sangat pesat, berkat diterimanya oleh masyarakat luas tentang  pembangunan dan pengembangan pertanian organik, karena teknologi EM mendukung menyukseskan pelaksanaan pertanian organik.

Posisi terdepan

Penggunaan pupuk hayati yakni EM4 pertanian, EM4 peternakan, EM4 perikanan dan EM4 limbah di Indonesia sangat multi dimensi, karena memiliki wilayah sangat  luas, sehingga menempati posisi terdepan dalam memanfaatkan pupuk organik ramah lingkungan dibanding negara lainnya.

Awalnya hanya sebuah pabrik di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat kini berkembang menjadi empat unit pabrik yakni dua unit di Jawa dan dua unit di Bali yakni di Bantas, Tabanan dan Bengkel, Buleleng semuanya mengalami perluasan kapasitas produksi mengantisipasi peluang meningkatnya permintaan pupuk organik.

Berkembangnya pertanian organik berbasis EM menciptakan peluang-peluang baru untuk mengangkat derajat kehidupan dan tingkat kesejahteraan petani dan masyarakat yang lebih baik.

Pasar adalah produk hilir, yang bisa menampung, menyerap produk, membeli dan mengolah produk pertanian organik membentuk pasar baru, guna  memenuhi permintaan konsumen, menggerakkan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada awal pertanian organik diusulkan, tiga puluh tahun silam, masyarakat dan pemerintah belum paham akan tujuan pertanian organik. Kerusakan lingkungan,  tanah, air, udara, hewan, tanaman dan juga manusia, belum membuka mata hatinya untuk mengerti.

Berawal dari masalah kesehatan, pengetahuan manusia modern tentang kesehatan yang meningkat, manusia menyadari hubungannya yang sangat erat dengan lingkungan dan kesehatan, yang semuanya berawal dari pertanian organik, sebagai pemasok bahan makanan sehat dan berkualitas, masyarakat bisa menjadi sehat, lingkungan menjadi lestari.

Semua manusia membutuhkan kesehatan, yang harus diusahakan sepenuh daya. Di saat manusia sehat, mungkin kesehatan dianggap biasa saja, tak bernilai. Namun  saat manusia sakit, barulah dia mengerti bahwa kesehatan harus dibeli dengan obat, yang harganya bisa tak terjangkau, tak terhingga.

Kesadaran manusia akan pentingnya kesehatan menggerakkan pertanian organik. Pemerintah mendukung pertanian organik melalui pelatihan, pendidikan yang menyadarkan masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan dan kesehatan secara alami melalui konsumsi produk pertanian organik.

Masyarakat membutuhkan produk pertanian organik, seperti sayur-mayur, kacang-kacangan, biji-bijian, khususnya beras. Produk pertanian organik juga diolah untuk bahan makanan, digunakan sebagai bahan obat dan kosmetik.

Pariwisata mendukung pertanian organik. Wisatawan mengkonsumsi kuliner dan produk restoran, makanan sehat, perawatan kecantikan dan kebugaran dengan menggunakan bahan dari pertanian organik.

Produk agrowisata, desa wisata, meditasi, yoga, dan berbagai latihan pengembangan diri dilakukan di daerah/lokasi yang alami, bernuansa pertanian organik dan lingkungan yang alami.

Pertanian organik dan gaya hidup sehat menjadi kebutuhan, yang harus dipenuhi untuk mewujudkan kesehatan masyarakat yang berkualitas dan melestarikan lingkungan. Pertanian organik berkembang karena didukung oleh pasar, oleh permintaan masyarakat akan kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Sampai akhirnya, pemikiran baru lahir, bahwa lingkungan yang sehat dan bumi yang lestari bukan diwariskan oleh generasi sekarang ke anak cucu, tapi justru anak cuculah yang memilikinya, generasi sekarang meminjamnya dari anak cucu, dan harus dirawat dengan baik, sehingga bumi bisa dikembalikan dengan baik kepada pemiliknya.

Pertanian organik memberi solusi dari kesalahan manusia sebelumnya, yang mengekploitasi alam untuk memenuhi keserakahannya, justru yang didapat adalah kemiskinan, penyakit dan kerusakan lingkungan.

Dengan pertanian organik, penghuni ekosistim alam, khususnya pertanian menjadi hidup sejahtera bersama, hidup mereka saling mendukung, saling berbagi dan saling mengasihi.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini