Pertanian Perkotaan Jadi Pusat Kunjungan Pelajar

0
51
Siswa/i SMK Batik 1 Surakarta, Jawa Tengah melihat berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat di Pak Oles Green School, Kang Zanger Bokashi Farm, Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur.

Pak Oles Green School dan Bokashi Farm yang mengusung konsep pembangunan pertanian perkotaan di atas lahan seluas 4.000 meter persegi (40 are) mendapat perhatian besar dari para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pertanian perkotaan yang mengoleksi lebih dari 100 jenis tanaman herbal yang berkhasiat obat itu adalah tempat edukasi tentang pertanian organik bagi pelajar dari seluruh jenjang pendidikan, kata seorang pakar pertanian Organik, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang juga  Direktur Utama PT Songgolangit Persada, agen tunggal di Indonesia yang mendapat lisensi dari EMRO Jepang untuk memproduksi dan pemasaran pupuk hayati Effective Microorganisms (EM4) ke seluruh daerah Indonesia.

Ia mengatakan hal itu pada Webinar zoom Praktisi Mengajar Pengembangan Pertanian Perkotaan dihadapan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Nasional (Unas) Jakarta, baru-baru ini.

Dr. Wididana yang juga akademisi Universitas Nasional Jakarta itu mengungkapkan, pembangunan pertanian perkotaan itu dirintis tahun 2009 atau 13 tahun yang silam keberadaannya semakin eksis bahkan menjadi pusat kunjungan pelajar dan mahasiswa yang mendalami tentang farmasi, apoteker dan obat-obatan.

Selain pelajar dan mahasiswa juga masyarkat umum yang tertarik dengan pertanian organik. Pengelolaan Pak Oles Green School dilakukan berkolaborasi  dengan Kang Zangger, yang menyuguhkan menu makanan khas Sunda, sehingga pengunjung yang belajar tentang pertanian organik dapat menikmati santap siang di tengah hamparan kebun yang rindang, teduh dan hijau.

Pertanian organik yang diterapkan dalam kawasan tersebut sepenuhnya menggunakan Effective Microorganisms (EM) yakni teknologi yang mudah, murah, hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pertanian organik dapat diterapkan masyarakat secara menyeluruh di Bali dan daerah lain di Indonesia  dengan  tujuan  utama melestarikan lingkungan, melestarikan budaya, meningkatkan keterikatan sosial, ekonomi dan  pertanian organik bisa mensejahterakan masyarakat.

“Salah satu kuncinya adalah dengan pendidikan dan meningkatkan kesadaran  masyarakat  tentang  pertanian organik, agar mereka  bisa sehat, teduh, damai, tenang hidup di kota yang penuh sesak ini, namun harus ada di masing-masing lokasi kerimbunan-kerimbunan   yang mampu memberikan kesejukan hati di tengah kota dengan konsep pertanian organik perkotaan,” harap Dr. Wididana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini