Kuntoadji: Peternak Utamakan Bibit Bermutu Raih Sukses

0
78
Kuntoadji mengamati ternak sapi yang dikembangkan dikawasan Rodjo Tani Ternak (Tater) Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Mengembangkan usaha peternakan sapi bagi peternak pemula untuk mengutamakan bibit sapi bermutu untuk dipelihara dan dikembangkan secara intensif sentuhan teknologi Effective Microorganisms4 (EM4).

“EM4 mempunyai manfaat untuk fermentasi hijauan pakan ternak, campuran air minum dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aspek lainnya,” kata Pengelola ternak Sapi Edupark Rodjo Tani Ternak (Tater) Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Udrayaka Kuntoadji ketika menerima kunjungan tim youtube PT Songgolangit Persada dari kantor Pusat di Denpasar, Bali, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, beternak sapi dengan sentuhan EM adalah teknologi yang mudah, murah, emat energi, ramah lingkugan dan berkelanjutan itu sangat menguntungkan.
“Jangan pernah menyerah kalau kondisi lagi sulit, percayalah usaha peternakan sapi yang digeluti suatu saat nanti akan bangkit memperoleh keuntungan yang bagus, tetapkan bekerja penuh semangat di sektor peternakan jangan pernah mundur,” tegas Udrayaka Kuntoadji.

Ia mengembangkan usaha pembibitan ternak sapi, awalnya hanya empat ekor pada tahun 2006, atau 16 tahun silam kini berkembang menjadi 60 ekor, termasuk puluhan ekor sapi pembibitan yang telah berhasil dijual kepada peternak sekitarnya. Sapi bibit dengan kualitas baik, setelah umur empat bulan laku dijual dengan harga antara Rp18 juta-Rp24 juta per ekor.

Sapi bibit yang bermutu itulah dikembangkan petani dengan sentuhan EM akan mengalami pertumbuhan yang cepat sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan penghasilan keluarga.

EM4 peternakan selain untuk fermentasi pakan hijauan ternak juga dapat mencegah bau tidak sedap pada kandang, pembuangan kotoran ternak, mengurangi jumlah lalat, memperbaiki kesehatan ternak, mengurangi ketegangan ternak dan mengurangi jumlah kematian ternak.

Udrayaka Kuntoadji menjelaskan, pengembangan ternak sapi tidak hanya menyangkut penggemukan untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat di tingkat lokal maupun secara nasional, juga untuk budidaya sehingga populasi ternak sapi dapat dipertahankan keseimbangannya dan kebutuhan daging sapi tetap terpenuhi.

Dalam pengembangan ternak sapi itu ada unsur teknologi, proses pendidikan (edukasi) bagi pelajar sekaligus berwisata bidang pertanian dalam arti luas.
Usaha peternakan yang terintegrasi dengan kebun tanaman buah-buahan di atas hamparan seluas dua hektar yang mengoleksi puluhan jenis tanaman buah-buahan yang ditata sedemikian rupa yang dipelihara secara organik dengan sentuhan teknologi EM, tutur Udrayaka Kuntoadji.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini