Akademisi: Buat Jamu Ada Pakemnya

0
58
Ni Made Sinarsari, A.Md. Keb.S. Ker. H. MSI, dosen Fakultas Yoga Kesehatan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Seorang akademisi Universitas Hindu neger mengungkapkan, membuat jamu tradisional yang baik dan benar di Bali yang diwarisi dari leluhur memanfaatkan bahan yang mudah dan murah diperoleh dari lingkungan sekitarnya, ada pakem yang harus dapat diterapkan dengan baik.

“Ada pakem dalam membuat jamu dalam bahasa kekiniannya disebut pre interaksi dan post interaksi yakni bagaimana mempersiapkan diri sebelum membuat jamu, tubuh yang bersih, rambut rapi, menggunakan pelindung diri dan mengenakan pakaian yang nyaman,” kata Ni Made Sinarsari, A.Md. Keb.S. Ker. H. MSI, dosen Fakultas Yoga Kesehatan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar di Kang Zanger Bokshi Farm, Denpasar Timur, baru-baru ini.

Ia mengatakan hal itu ketika tampil sebagai pembicara
pada pelatihan yang mengusung tema “Buatlah Jamumu sendiri” menggunakan bahan yang mudah dan murah diproleh dari lingkungan sekitar yang melibatkan puluhan kalangan milenial.

Lewat pelatihan membuat jamunu sendiri yang digagas Kepala Unit Digital Marketing PT Karya Pak Oles Tokcer, Wibhuti Emriko B.Sc., M.Sc itu diharapkan dapat mendorong anak-anak muda, ibu muda dan sebayanya untuk sehat dengan cara alami.

Menurut Ni Made Sinarsari, sebelum membuat jamu itu melakukan meditasi, pemusatan pikiran, menyiapkan lingkungan yang bersih, kemudian interaksi mencuci bahan, menyiapkan bahan, kemudian mengolah bahan, mengemas bahan, menyajikan olahan, sesuai dengan pakem-pakamnya.

Dalam semua proses itu sama sekali tidak menggunakan pelastik, tidak memanfaatkan unsur-unsur yang membahayakan kesehatan, semuanya menggunakan bahan alami, seperti keranjang kecil, temurung kelapa dan lain sebagainya.

Ni Made Sinarsari menjelaskan dengan menggunakan bahan-bahan yang bersih dan alami, maka jamu yang dibuat itu akan mampu memberikan kesehatan kepada semua orang yang mengkonsumsinya, sekaligus memelihara dan melestarikan tradisi warisan leluhur.

Dengan demikian usaha untuk membuat jamu akan mampu meningkatkan aktivitas dan kegiatan masyarakat, sehingga dapat mendorong perpuran ekonomi masyarakat sekitarnya.

Bali dan berbagai daerah lain di Indonesia memiliki tradisi dan kekhasan daerah masing-masing dalam memproduksi dan mengkonsumsi jamu untuk menjaga dan meningkatkan imun tubuh.

Kebiasaan minum jamu yang kini sudah mulai dilakukan kalangan milenial diharapkan semakin eksis dilakukan masyarakat lintas generasi di nusantara agar Indonesia sehat dapat diwujudkan dengan baik, harap Ni Made Sinarsari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini