Murid TK Pom Pom School Belajar Alam dan Tanaman Obat di Pak Oles

0
59
Anak TK Pom Pom School saat melihat tanaman di Pak Oles Green School, Kang Zanger-Bokashi Farm

Sebanyak 25 murid Taman Kanak-kanak Pom Pom School yang berlokasi di Jalanl Muding Mundeh No.33, Kerobokan Kaja, Kecamatan. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali belajar alam dan menanam tanaman obat di Pak Oles Green School, Kang Zanger-Bokashi Farm, Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, Jumat (30/9/22).

Rombongan anak-anak yang diantar empat orang guru serta orang tuanya diterima oleh Koenjoro Adijanto yang akrab disapa Pak Yoyok. Pada kesempatan tersebut Yoyok menjelaskan terkait lingkungan serta berbagai jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai bahan obat tradisional.

Selain itu, anak-anak juga diajak belajar menanam berbagai jenis tanaman yang telah disediakan diantaranya tanaman kumis kucing, lidah buaya dan cocor bebek. Dengan menggunakan sarung tangan plastik, anak-anak antusias dan penuh kegembiraan menanam menggunakan pupuk organik bokashi yang dimasukkan ke dalam polybag.

Selesai menanam, mereka juga diajak keliling kebun untuk melihat berbagai jenis tanaman yang ada dilahan seluas 40 are tersebut. Anak-anak juga berkesempatan memberi pakan sapi yang berada di areal belakang kebun.

Sementara itu, Ibu Dayu Sriwidhiani, guru Pom Pom School mengungkapkan sudah sering mengajak anak didiknya untuk belajar ke Pak Oles Green School. “Pak Oles Green School sangat luar biasa bisa, karena sudah memberikan fasilitas belajar tentang alam dan tentang tanamanam obat yang sangat lengkap. Tanaman obat merupakan anugerah Tuhan yang sangat luar biasa untuk menjaga kesehatan dan bisa diberikan kepada anaik kecil,” ujarnya.

Kunjungan ini juga merupakan program sekolah jeda semester, dimana anak didiknya diajak belajar di luar sekolah untuk menambah wawasan. “Di sekolah juga anak-anak kita ajak menanam dan merawat tanaman seperti sayur hijau yang dapat dipergunakan dalam program pelajaran cooking klass,” ujarnya.

Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 10 are tersebut memiliki halaman luas dan dimanfaatkan untuk bercocok tanam dengan menanam berbabai macam sayuran dan tanaman toga. Di sana anak-anak juga dilibatkan untuk merawat tanaman dengan memupuk dan menyiram yang dilakukan setiap hari secara bergiliran.

Seusai melihat dari dekat koleksi lebih dari seratus jenis tanaman obat di atas hamparan seluas 40 are itu, anak-anak selanjutnya menikmati menu makanan di Warung Makan Kang Zanger di tengah kebun tanaman obat yang rimbun dan menghijau.

Warung makanan Kang Zanger menyajikan menu khas Sunda yakni nasi Timbel, sekaligus menghakhiri kegiatan belajar di luar kelas tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini