Dr. Widi: Pertanian Jadikan Kota Tertata Rapi Bersih Hijau

0
65
Gede Ngurah Wididana menunjukkan tanaman pakis yang ditanam dalam pot bisa dijadikan vas meja yang sangat indah.

Masyarakat desa yang kehidupannya pindah ke kota (urbanisasi) wajib berperanserta secara aktif bersama masyarakat kota setempat, untuk menata perkotaan agar bersih, hijau, rapi serta tetap menerapkan pembangunan sektor pertanian lahan sempit.

“Pembangunan pertanian di kota pada lahan sempit di masing-masing rumah tangga dilakukan secara serasi dengan perumahan, estetika, sosial budaya, ekonomi dan kesenangan (hobi) sehingga terkait satu sama lain yang dapat berlangsung secara berkesinambungan,” kata Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididaa, M.Agr yang bernaung di bawah PT Karya Pak Oles Grup baru-baru ini.

Dr. Widi yang akrab disapa Pak Oles juga menjabat sebagai dosen terbang Universitas Nasional (Unas) Jakarta mengungkapkan hal itu ketika memberi pembekalan “Pembangunan Pertanian Perkotaan Mewujudkan Kemandirian Pangan dan kehidupan yang sejuk” secara online” kepada mahasiswa dan dosen yang dipandu Ir, Inkorena GS Sukartono, M.Agr.

Alumnus Faculty Agriculture University of The Ryukyus, Okinawa Jepang itu mengharapkan, masyarakat kota dapat mengembangkan pertanian organik secara aktif dan kreatif di masing-masing rumah tangga untuk menghasilkan produktivitas pertanian, minimal untuk konsumsi rumah tangga.

Dengan demikian kebutuhan pangan masyarakat kota tidak lagi sepenuhnya tergantung pada persediaan pangan nasional, atau hasil-hasil pertanian lainnya.
Pengembangan pertanian dalam skala kecil di masing-masing rumah tangga, selain mampu menghasilkan kebutuhan dapur juga dapat menciptakan udara dan oksigen yang bersih, menyalurkan kesenangan bidang pertanian sekaligus mengatasi ketegangan atau stres.

Budaya pertanian juga dapat ditularkan kepada anak-anak di perkotaan, sekaligus nantinya menerapkan dan melestarikannya sehingga pembangunan pertanian itu tetap berkesinambungan, karena hal itu terkait dengan ekonomi, seni budaya maupun kehidupan masyarakat.

Pembangunan pertanian meskipun dilakukan di lahan sempit, tetap mampu memberikan nilai ekonomis, menggerapkan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat setempat, ujar Dr. Widi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini