Staf Ahli: Keunggulan Pertanian Organik Tidak Disangsikan

0
57
Ir. I Gusti Ketut Riksa menunjukkan produk EM4 untuk pertanian.

Keunggulan pertanian organik tidak perlu disangsikan di tengah pertanian kimia, namun hasil iptek yang dirancang untuk keperluan industri pertanan yang bersifat tamak jelas akan menjadi musuh bersama umat manusia.

“Untuk itu seyogyanya para peneliti harus independen, bahkan mandiri, tanpa sponsor industri pertanian yang bersifat tamak,” kata Staf Ahli PT Songgolangit Persada, Ir. I Gusti Ketut Riksa.

Ia yang juga instruktur Effective Microorganisms (EM4) untuk pertanian organik pada Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali di Desa Bengkel, Buleleng yang kini berubah status menjadi Yayasan Gede Ngurah Wididana (GNW) mengungkapkan, bahwa kondisi alam yang terlanjur tercemar, sangat sulit mewujudkan produk pertanian murni organik.

Upaya ke arah itu harus tetap mendapat prioritas serta diimbangi para peneliti untuk memacu sistem kerja yang sesuai kondisi alam untuk lebih mencapai hasil produksi yang alami.

Gusti Ketut Riksa, mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangli, Bali itu menambahkan, “hasil kerja alam” telah terbukti berabad-abad lamanya mampu memberikan kesehatan kepada umat manusia secara fisik dan spiritual.

Tanaman organik sebenarnya jauh lebih kebal terhadap serangan hama dan penyakit dibandingkan tanaman yang dikelola secara kimiawi. Tanaman konvensional kondisinya berair (sukulen), disenangi dan mudah diserang hama penyakit,

“Tanaman tersebut bertahan hidup bukan karena memang tingkat kekebalan, tetapi karena hama dan penyakitnya sudah disemproti racun, Tanpa semprotan racun, tanaman itu gampang binasa, bahkan racun mudah diserap tanaman. Tanaman menjadi beracun, hama yang memakannya mati dan tidak layak dikonsumsi manusia karena mengandung racun,” tutur Gusti Riksa.

Tekan Pertumbuhan Penyakit

Sementara Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr dalam kesempatan terpisah mengungkapkan, hasil penelitian tentang penggunaan bahan organik ke dalam tanah, seperti pupuk kandang, sisa-sisa tanaman, pupuk hijau, sampah kota, memberikan hasil, walau tidak permanen, dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme penyakit di dalam tanah.

Dengan penambahan bahan organik ke dalam tanah, populasi mikroorganisme lainnya di dalam tanah, yang sebelumnya tidak berkembang, yang memiliki kemampuan khusus untuk menyuburkan tanah menjadi meningkat. Beberapa mikroorganisme yang menguntungkan tersebut diberi nama mikroorganisme bermanfaat, yang secara aktif bisa mengendalikan penyakit tanaman.

Oleh sebab itu pemberian pupuk organik ke dalam tanah sangat penting, karena pupuk organik berguna untuk makanan mikroorganisme dalam tanah. Mikroorganisme yang tumbuh ada dua jenis yakni menguntungkan dan yang merugikan tanaman.

Mikroorganisme yang menguntungkan bisa menyuburkan tanah, menyuburkan perakaran tanaman, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, produksi tanaman menjadi meningkat. Sedangkan mikroorganisme yang merugikan bisa membuat tanaman menjadi sakit, tanah menjadi sumber penyakit, tanaman kurus, bahkan mati terserang penyakit.

Oleh sebab itu, pemberian pupuk organik juga harus dibantu dengan pemberian pupuk hayati, mikroorganisme yang menguntungkan, agar tanah menjadi subur secara biologis, kaya mineral dan menjadi gembur, perakaran tanaman bisa tumbuh maksimal dan kuat, ujar alumnus Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang. https://linktr.ee/em4 #EM4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini