Staf Ahli: Inti Kekuatan EM Pada Bakteri Fotosintetik

0
57
I Gusti Ketut Riksa Staf Ahli PT. Songgolangit Persada, menunjukkan produk EM4 untuk pertanian.

Inti dari kekuatan dan keunggulan Effective Microorganisms (EM) terletak pada bakteri fotosintetik, bakteri yang lebih dikenal sebagai bakteri abadi, karena tahan hidup dalam suhu di atas 1.000 derajat celsius.

“Hidup bakteri ini menyintese zat-zat yang berbahaya seperti H2S, methan, amoniak dan lain-lain, bahkan bakteri fotosintese belakangan diketahui dapat menekan racun-racun kimia, limbah industri, logam berat, oksigen bebas dan radiasi nuklir,” kata Staf Ahli PT. Songgolangit Persada, Ir. I Gusti Ketut Riksa.

Ia menjelaskan, setelah EM diberi bahan organik berupa bagian-bagian tanaman herbal dan kotoran (kencing hewan) lalu difermentasi hasilknya berupa biopestisida, biofungisida dan biobakterisida.

Bahkan bio disinfektan yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, sekaligus sebagai agen pelestarian lingkungan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal pemilihan semua bahan untuk membuat yang serba bio tersebut harus tepat jenis dan tepat waktu fermentasi.

Prof. Dr. Teruo Higa, guru besar bidang hortikultura University of The Ryukyus Okinawa, Jepang berhasil menemukan teknologi EM tahun 1980 melalui hasil penelitian selama 12 tahun berujung pada misi besar untuk melestarikan lingkungan.

EM adalah teknologi yang mudah, murah, hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan telah diterapkan oleh ratusan negara di belahan dunia, termasuk Indonesia.
Prof. Teruo Higa meneliti kelompok bakteri yang berguna dengan tujuan untuk memelihara dan mengembangkan agar mampu hidup bersaing dan menang melawan kelompok yang merugikan.

Selain itu bakteri tersebut mampu membuat nutrisi atau zat-zat bioaktif yang diperlukan oleh semua makluk hidup. Untuk itu dia memilih mikroba berdasarkan dampaknya terhadap kesehatan manusia dan kesehatan lahan pertanian.

Kelompok pertama yang berguna sekaligus sebagai sahabat manusia, kelompok ini dikumpulkan Prof Higa yang berasal dari lima kelompok, sepuluh genus dan jumlahnya sekitar 80 spesies dalam sebuah formula yang disebut EM.

Kelima kelompok tersebut meliputi bakteri asam laktat, actinomycetes, fotosintetik, ragi dan cendawan fermentasi. Kelompok kedua berupa mikroba merugikan yang lebih dikenal dengan sebutan pathogen dan kelompok ketiga berupa mikroba yang bersifat netral.

Dari ketiga kelompok bakteri tersebut Prof Higa menitikberatkan perhatian penelitian pada kelompok pertama. Mikroba yang berguna bekerja berdasarkan proses fermentasi dengan hasil de-ion seperti glukosa, ahkohol, ester, asam amino, asam nukleat, hormon, enzim dan anioksi.

Sebaliknya mikroba yang merugikan sebagai bakteri pembusuk yang dinamakan ion seperti natrium (Na), kalium (K), magnesium, cloor (CI), ferum (Fe(, zilkum (Zn) dan cuprum (Cu), tutur Gusti Ketut Riksa. linktr.ee/pakolescom #EM4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini