Teh Bokashi Jati Cina Merambah Pasar

0
58

Oleh: Ketut Sutika
Daerah tujuan wisata Pulau Bali tidak memiliki hamparan tanaman teh seperti di daerah Cisarua, Ciwidey, Jawa Barat maupun Brebes, Wonosobo, Jawa Tengah, namun memiliki pengalaman untuk memproduksi puluhan jenis teh herbal dari berbagai jenis tanaman obat yang ditekuni selama 25 tahun terakhir.

Pengalaman itu telah memproduksi 15 jenis teh herbal dengan citarasa yang khas, segar dan nikmat serta mengandung multi khasiat untuk memelihara dan menjaga kesehatan tubuh tetap prima.

Teh Bokashi Jati Cina salah satu diantaranya yang mempunyai khasiat untuk “melancarkan yang mampet”, mengecilkan perut buncit, melangsingkan tubuh melalui program diet sehat telah mengantongi izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Teh Bokashi Jati Cina sebelumnya produk teh Bukit Hexon dengan ijin edar dari Dinas Kesehatan Kabupaten telah dipasarkan sejak 2017, kini diproduksi oleh Industri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer (PKOT) siap untuk menembus pasaran nasional maupun mancanegara, seperti yang dituturkan Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang akrab disapa Pak Oles.

Semua jenis teh herbal tersebut secara bertahap ditingkatkan proses produksi dan perizinannya sehingga menjadi seperti Teh Bokashi Jati Cina yang siap menembus pasaran nasional dan internasioal.

Alumnus Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang menyadari perjalanan panjang suatu produk, apakah berhasil atau tidak diuji oleh pasar (masyarakat) dan pemerintah (perijinan). Produk yang lulus uji pasar tentu akan laris dan berkembang, memberikan manfaat sehat serta keuntungan kepada produsen dan konsumen.

Produk yang lulus uji oleh pemerintah akan mendapatkan ijin, sesuai peruntukan ijinnya. Teh Bokashi Jati Cina dengan multi khasiat diurus selama satu tahun, melalui proses uji, pelengkapan dokumen, dan bukti ilmiah klaim khasiat, akhirnya ijin tersebut bisa dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Babak baru produk Teh Bokashi Jati Cina bisa dipasarkan melalui apotik dan toko obat di seluruh Indonesia maupun menembus pasaran ekspor ke berbagai negara di belahan dunia.

Persiapan produksi skala industri sudah dilakukan oleh sebuah perusahaan swasta nasional yang berbasis obat-obatan tradisional yang merupakan terbesar di Bali, dalam memasuki bulan September 2022, atau beberapa saat setelah perusahaan tersebut merayakan hari jadinya yang seperempat abad (25 tahun).

Teh Bokashi Jati Cina juga mempunyai khasiat untuk menurunkan kadar kolesterol (kadar lemak), mendetox racun dalam tubuh dan meningkatkan metabolism tubuh siap dipasarkan secara offline dan online keseluruh daerah di nusantara.

Kehidupan zaman sekarang dengan gaya hidup modern yang kurang gerak dan makanan kurang sehat (fast good), minim serat, minim buah dan minim sayur, banyak tepung dan banyak daging menyebabkan pencernaan dan buang air besar kurang lancar.

Untuk itu Teh Bokashi Jati Cina produksi Industri Obat Trasisional PT Karya Pak Oles Tokcer, sebuah perusahaan swasta nasional yang berbasis obat-obatan tradisional terbesar di Bali adalah obat mujarabnya.

Cukup diminum sekali sehari di malam hari, maka besok paginya (10 jam setelah minum), anda akan merasa lega setelah membuang si dia yang mengendon di dalam usus.
Cocok dan Terbukti.

Sementara itu Intan Puspitayanti (25) selaku “brand ambassador” Produk Ramuan Pak Oles yang memiliki akun instagram dengan pengikut 50 ribu orang mengaku, sangat cocok mengkonsumsi teh Bokashi jati Cina, reaksinya dirasakan kurang dari delapan jam sejak menikmatinya untuk melancarkan buang air besar (BAB).

“Saya awalnya memang mengalami gangguan pencernakan sakit perut sampai melilit, menjelang tidur malam, saya minum Bokashi Jati China, reaksinya kurang dari delapan jam saya buang air besar jadi lancar,” kata suami dari Wahyu Gian (31) yang telah dikaruniai seorang anak.

Sosok wanita anggun dan nan ramah dengan setiap lawan bicaranya itu menceritakan, bahwa khasiat teh Bokashi Jati Cina dirasakan sangat membantu pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh untuk tetap prima.

“Bahkan banyak teman-teman dan rekan menanyakan di mana bisa mendapatkan Boashi Cina tersebut dan berapa kali minimnya dalam sehari. Saya langsung saja jawab di media sosial, bahwa minuman siap saji dengan cita rasa yang khas itu bisa didapatkan di konter-konter Pak Oles terdekat, apotek maupun tokopedia, cukup minum satu kali sehari menjelang tidur malam,” tutur Intan Puspitayanti.

Hamparan Kebun Tanaman Obat
Pak Oles mengelola hamparan kebun tanaman obat seluas 7 hektar di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng sebagai sumber bahan baku teh herbal dan Produk Ramuan Pak Oles lainnya.

Tugas penelitian budidaya dan pengolahan bahan baku teh herbal yang semakin besar itu diserahkan kepada lembaga baru yakni Dr. Wididana Herbal And Meditation Center yang langsung dipimpin oleh Pak Oles dengan dibantu beberapa tenaga ahli untuk mengimplementasikan gagasan-gagasan pengembangan herbal.

Lembaga baru yang dibentuk tersebut diharapkan mampu mewujudkan gagasan besar Pak Oles untuk menjadikan perusahaannya sebagai industri teh herbal terbesar di Indonesia yang memiliki keunggulan daya saing, yakni produk organik, tehnologi EM, bahan baku berkualitas, cita rasa tinggi dan harga bersaing.

Sedangkan kegiatan meditasi untuk melatih dan meningkatkan tehnik praktek relaksasi yang melibatkan pikiran dan semua hal yang menarik dengan harapan mampu meningkatkan sumber daya manusia.

Belasan karyawan PT Karya Pak Oles Grup unit Bengkel dan masyarakat setempat ikut ambil bagian dalam kegiatan latihan yoga yang digelar secara rutin setiap Sabtu pagi di Vila Institut Pengembnagn Sumber Daya Alam (IPSA) Bali, selama dua jam, mulai pukul 07.00-09.00 Wita.

Mereka dilatih oleh tiga instruktur yang terdiri atas Manajer Produksi Made Ayu Lidyawati, Manajer Keuangan Ni Ketut Tisnawati dan Ibu Yuli, seorang penggiat yoga yang pernah tampil dalam unjuk kemampuan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 PT Karya Pak Oles Grup di Waribang Bokashi Farm baru-baru ini.

Lewat kegiatan yoga tersebut, peserta merasakan seluruh badan, sendi, otot diregangkan serta direlakskan dengan teknik dan gerakan yoga. Pada awal latihan tubuh memang terasa sakit diregangkan sedemikian rupa, sendi, otot terasa ditarik- tarik, namun hasilnya, tubuh menjadi lentur dan berenergi muda kembali.

Yoga merupakan teknik olah tubuh, nafas dan pikiran kuno dari India, untuk tujuan peremajaan tubuh dan jiwa, suatu seni menyongsong usia senja dengan indah dan bahagia. Yoga merupakan salah satu kegiatan olahraga yang cukup diminati masyarakat khususnya di Bali, karena manfaat dari olahraga dapat memberikan kesehatan mental dan fisik.

Yoga ini menggabungkan latihan pernafasan, meditasi, gerakan yang dirancang untuk memberikan efek relaksasi dan mengurangi stres. Ada sebuah studi yang mengungkap bahwa yoga dapat mengurangi rasa gelisah, stes, memperbaiki mut dan kesejahteraan fisik maupun fisikis seseorang.

Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) yang kini berubah nama menjadi Yayasan Gede Ngurah Wididana (GNW) didirikan tahun 1997 adalah sebuah lembaga pengembangan dan penelitian sumberdaya alam yang mencakup bidang ilmu pengetahuan dan teknologi guna mengembangkan dan memanfaatkan sumberdaya alam untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Pendirian IPSA adalah hasil kerjasama lembaga antara lain Indonesia Kyusei Nature Farming Sociaties (IKNFS) Effective Microoganisms Research Organitation (EMRO), Asian Pasific Natural Agricultural Network (APNAN) dan International Nature Ferming Research Centre (INFRC).

Kegiatan IPSA memberikan penyuluhan pelatihan kepada petani tentang pertanian akrab lingkungan dan teknologi EM, mendidik masyarakat dari berbagai kalangan yang ingin menerapkan pertanian yang akrab lingkungan dengan teknologi EM serta melakukan penelitian dan pengembangan sistem pertanian berkelanjutan yang hemat energi dan akrab lingkungan.

Peserta pelatihan yang memperoleh sertifikat hingga kini mencapai 6.500 orang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Malaysia serta sekitar 10.000 sempat melakukan studi banding tentang pertanian organik dan teknologi EM.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini