Teknologi EM Untuk Pertanian Organik dan Kehidupan Modern

0
47
Bunga gemitir tumbuh subur di atas bangunan lantai 3 kantor pemasaran Cabang Bali PT. Songgolangit Persada.

Oleh : I Ketut Sutika

Limbah organik erat kaitan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, karena setiap orang dewasa menghasilkan limbah organik rata-rata satu kilogram per orang sehari berupa sisa makanan, limbah dapur dan aktivitas keseharian lainnya.

Limbah organik juga berasal dari lingkungan rumah tangga, rumah makan, pasar, hotel, restoran, industri pengolahan makanan, pertanian, peternakan maupun sampah kota. Penduduk Indonesia yang kini mencapai 270 juta jiwa, berarti produksi sampah organik  mencapai rata-rata 270.000 ton setiap harinya.

Jika limbah organik sebanyak itu tidak dikelola dengan baik akan menghasilkan masalah berupa polusi, penyakit, kerusakan lingkungan tanah, air dan udara. Daur ulang limbah organik adalah cara mengolahnya dengan bijak menggunakan Teknologi Effective Microorganisms (EM), tutur Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr pada Webinar mengusung tema “Mengolah Sampah Dengan Teknologi Ramah Lingkungan, Ciptakan Lingkungan Asri, Bersih dan Alami” baru-baru ini.

Webinar tersebut menampilkan tiga pembicara terdiri atas I Ketut Darmawan, SP.T pengelola tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R ) Desa Tangkas, Kabupaten Klungkung, dan I Komang Suryawan, aktivis komunitas Edan dan H2C Bali yang melibatkan 216 peserta lintas nusantara dari berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Teknologi Effective Microorganisme (EM), hasil temuan Prof. Dr.Teruo Higa, guru besar bidang Hortikultura Universitas Ryukyus OKinawa, Jepang berfungi untuk mendaur ulang limbah organik dengan fermentasi, menjadi pupuk organik untuk dikembalikan ke lahan pertanian, agar tanah menjadi subur.

Dr. Wididana, alumnus Faculty Agriculture University of The Rukyus Okinawa, Jepang yang satu-satunya di Indonesia mendapat lisensi untuk memproduksi dan pemasarkan EM4 pertanian, EM4 Perikanan, EM4 Peternakan dan EM4 untuk mengatasi limbah (pencemaran) dari Effective Microorganisme Research Organization (EMRO) Jepang.

Fermentasi limbah organik bisa dilakukan dari tingkat rumah tangga, untuk pupuk kebun pekarangan dan tanaman dalam pot, sampai tingkat pengolahan menengah dan industri pupuk organik.

Sampah organik mampu diubah menjadi pupuk organik yang mempunyai nilai ekonomis tinggi (uang). Kepedulian masyarakat akan cinta lingkungan, pertanian, kesehatan dan gaya hidup sehat bisa diajarkan kepada masyarakat sejak dini, dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama dan atas (SLTP/SLTA) sampai perguruan tinggi.

Teknologi EM memiliki peranan penting dalam menularkan gerakan hidup sehat dan cinta lingkungan kepada masyarakat, di Indonesia sudah menerapkan sejak 1990, salah satu dari ratusan negara di belahan dunia menerapkan teknologi mudah, murah, hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dukung Bahan Baku Industri

Dr. Widi, pria enerjik kelahiran Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng itu dikenal sebagai pelopor pertanian organik, karena ratusan jenis tanaman herbal tumbuh subur di atas hamparan seluas 7 hektar yang dirawat dengan pupuk organik padat Bokashi Kotaku dan pupuk hayati EM4 sebagai bahan baku produksi obat-obat tradisional.

PT Karya Pak Oles Tokcer, sebuah perusahaan swasta nasional yang berbasis obat-obatan tradisional terbesar di Bali dengan memiliki dua pabrik yakni di Desa Bengkel sendiri dan satu lagi di kawasan Niti Mandala Renon Denpasar memproduksi Minyak Oles Bokashi dan puluhan jenis produk ramah lingkungan yang telah dikenal konsumen dan masyarakat luas di Bali, nasional dan pasaran mancanegara.

Produk herbal yang berstandar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan semuanya mengantongi izin halal dari pemerintah melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) selain Minyak Oles Bokashi juga  Badu Geruh Bokashi, Madu Rocky, Madu Resi, Madu Jamur, Minyak Tetes Bokashi, EM SPA, Bokashi Care, Parem Lantik,, Krim Saribing, Salep Ratun dan Balsem Bokashi.

Pengembangan sektor pertanian dalam kehidupan modern tetap mempunyai peranan  strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan, mendukung bahan baku industri makanan jadi, agro industri, menghsilkan bahan baku industri bidang kesehatan maupun industri kosmetik.

Demikian pula hasil pertanian berupa karet, kelapa sawit dan berbagai komoditas pertanian lainnya maupun perikan dan peternakan tetap dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan modern, semua itu erat kaitan dengan menggunakan teknologi EM yang kini bisa diperoleh secara mudah dengan harga yang sangat murah dan terjangkau di seluruh daerah di Indonesia.

Menekuni aktivitas pertanian dalam skala kecil dapat berfungsi sebagai hiburan untuk menghilangkan stres di tengah aktivitas keseharian, menghasilkan sayur dan bahan pangan lainnya untuk keperluan rumah tangga.

Sektor pertanian juga dapat mendukung industri pariwisata, menjaga lingkungan, seni budaya masyarakat dan kesehatan, sehingga kehadiran sektor pertanian tidak bisa ditinggal dalam kehidupan modern.

Oleh sebab itu untuk menjadikan sektor pertanian tetap eksis dalam kehidupan modern digeluti kalangan generasi muda, perlu memberikan pelatihan teknologi pertanian yang tepat dan menarik bagi kalangan mileniah sekaligus memberikan pendidikan dan laltihan tentang teknologi pertanian yang tepat, menarik dan diminati.

Dengan cara pendidikan dan pelatihan bidang pertanian di jaman modern, kehadiran anak-anak muda yang menggeluti bidang pertanian menjadi nyambung  untuk melanjutkan pertanian sebelumnya, karena pertanian tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan umat manusia.

Sektor pertanian bertujuan memperoleh produksi untuk memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus bermanfaat untuk melestarikan lingkungan, menyediakan oksigen dengan kualitas yang bagus, meningkatkan mutu air dan lingkungan udara menjadi sejuk.

Yayasan GNW

Ayah dari dua putra dan dua putri itu melakukan berbagai upaya dan terobosan termasuk mengelola Yayasan Gede Ngurah Wididana (GNW) yang bergerak dalam memberikan pelatihan pertanian organik dan teknologi EM di Desa Bengkel, Busungbiu, Buleleng yang dilakukan sejak puluhan tahun silam hampir bersamaan dengan pembangun pabrik EM yang sudah mengalami perluasan itu.

Peserta pelatihan hingga kini mencapai puluhan ribu orang dari berbagai latarbelakang berbagai instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kelompok tani, organisasi kemasyarakatan maupun dari kalangan generasi muda.

Dengan demikian teknologi EM berhasil masuk dalam kehidupan modern, yakni melanjutkan  pembangunan bidang pertanian berbiaya murah,dengan harapan mampu  memenuhi  kebutuhan pangan bagi umat manusia yang setiap tahun kebutuhan cendrung semakin meningkat.

“Kami sudah latih, praktekkan dan terapkan teknologi yang mudah, murah, hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutkan itu kepada berbagai elemen masyarakat, petani termasuk generasi muda, khususnya kalangan mileniah yang akan melanjutkan pertanian organik dalam kehidupan modern,” ujar Gede Ngurah Wididana.

EM4 untuk pertanian misalnya mampu meningkatkan produksi, menjaga kestabilan produksi, menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan memfermentasi bahan organik tanah dengan cepat.

EM4 peternakan memberikan manfaat untuk mencegah bau tidak sedap pada kandang dan tempat pembuangan kotoran ternak, mengurangi lalat dan serangga ternak, memperbaiki kesehatan, mengurangi stres ternak, memperbaiki mutu, memperbaiki kesuburan dan mengurangi kematian ternak.

EM4 perikanan mampu memfermentasi sisa pakan, kotoran, cangkang udang di dasar tambak, meningkatkan oksigen terlarut dan air menjadi bersih sehingga tidak perlu mengganti air secara berulang-ulang, meningkatkan daya tahan tubuh udang dan ikan, meningkatkan produksi serta menghemat biaya opersional.

Dengan menggunakan EM4 peternakan, kotoran ternak sapi, kelinci dan jenis ternak lainnya bisa langsung didaur ulang di kandang menjadi pupuk organik yang siap digunakan untuk tanaman.

EM4 yang peranannya sangat strategis dalam berbagai aspek kehidupan itu dapat dimanfaatkan masyarakat luas di Indonesia, khususnya petani, peternak, petambak maupun investor dan kalangan pembisnis untuk memanfaatkan EM sebagai fermentasi pupuk organik yang disebut dengan bokashi.

EM bisa digunakan dalam skala usaha industri untuk meningkatkan kesuburan lahan yakni pemupukan tanaman cengkeh, jeruk, tanaman durian, sayur mayur maupun tanaman hias dan tanaman bunga-bungaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini