Ceria Dan Kebersamaan Jelang HUT Ke-25 Pak Oles Grup

0
35
Sejumlah penghuni Panti Sosial Tresna Werdha “Jara Mara Pati” Kaliasem, Buleleng menari bersama saat menerima kunjungan dari PT. Karya Pak Oles Grup belum lama ini.

Suasana dan luapan riang gembira ditumpahkan  puluhan  lanjut usia (lansia) penghuni panti asuhan Tresna Werdha “Jara Mara Pati” Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng saat kunjungan Direktur Utama PT. Karya Pak Oles Grup, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr beserta jajaran manajemen dan direksi perusahaan swasta nasional yang berbasis obat-obatan tradisional terbesar di Bali itu.

Mereka melantai, berjoged, bernyanyi bersama dan bagi lansia yang hanya duduk di kursi maupun di atas kursi roda karena kondisi kesehatannya kurang mendukung, juga ikut merasa senang dan bahagia dengan menggerakkan tangan maupun kepala mengikuti irama musik dan lagu yang dilantumkan oleh Romy dan Mia, seorang penyiar Radio Hexon 92,2 FM Tokcer Bengkel.

Selama masa pandemi Covid-19 para lansia penghuni Panti Sosial yang bernaung di bawah Dinas Sosial Provinsi Bali itu sudah rindu dengan sosok Gede Ngurah Wididana yang akrab disapa Pak Oles yang sebelumnya rajin atau setiap saat datang mengunjungi para lansia sambil membawakan makanan maupun kebutuhan sehari-hari lainnya.

Namun selama pandemi Covid bantuan kepada lansia itu tetap disalurkan diberikan dalam bentuk paket, namun tidak sempat bertatap muka, demi keamanan kesehatan bagi kedua belah pihak.

Hal itu memang menjadi tradisi dan kebiasaan putra sulung dari lima bersaudara pasangan suami-istri Ketut Sudana (92) dan Luh Sriwati (91) yang hingga kini kedua orang tuanya dianugrahi kesehatan dan umur panjang dalam membesarkan perusahan yang telah memasuki usia ke-25 atau seperempat abad yang jatuh pada 9 Agustus 2022 mendatang.

Perusahaan yang berbasis obat-obatan tradisional dirintis tahun 1997 itu berkat kegigihan, kerja keras, tanpa mengenal lelah dan putus asa, serta dukungan dan kebersamaan dari seluruh karyawan kini menjadi perusahaan terbesar di Bali yang berbasis obat-obatan herbal atau terbesar keempat tingkat nasional.

Gede Ngurah Wididana, sosok pria enerjik setelah menyelesaikan Pendidikan program pascasarjana  di Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang melakukan penelitian kepustakaan dan menggabungkan dengan pengobatan tradisional jamu.

Berbagai pustaka kuno warisan budaya Bali menjadi bahan untuk mengembangkan produk khas, dengan gagasan untuk mengembangkan produk tanaman obat sebagai alternatif untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit di tengah krisis moneter yang melanda Indoneia tahun 1997maupun sejumlah negara lainnya sehingga harga obat-obatan semakin mahal dan tidak terjangkau oleh kemampuan masyarakat.

Pria kreatif kelahiran Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng itu mendirikan perusahaan PT. Karya Pak Oles Tokcer pada 9 Agustus 1997 ketika saat itu baru berusia 35 tahun dengan visi membangunan masyarakat, membangun desa, membangun bangsa dan misi menghasilkan produk obat tradisional dari tanaman rempah dan tanaman obat yang tumbuh subur dan banyak jenisnya di Bali maupun daerah lainnya di Indonesia.

Suami  dari Komang Dyah Setuti itu bertekad untuk memberikan peran lebih besar terhadap pengobatan warisan nenek moyang dalam pelayanan kesehatan yang bersifat alternatif dan komplementer.

Indonesia sangat kaya dengan sumber daya tanaman obat dan budaya pengobatan yang dikenal dengan sebutan jamu. Ia sebelumnya telah melakukan penelitian obat tradisional selama 5 tahun (1992-1997)  berdasarkan informasi pengetahuan pengobatan tradisional dari lontar usadha Bali di Gedung Kertya Singaraja dan Pusat Dokumentasi Budaya Bali, kemudian menggabungkannya dengan pengobatan tradisional jamu.

Berbagai pustaka kuno warisan budaya Bali menjadi bahan untuk mengembangkan produk khas, disamping warisan leluhur Lengis Arak Nyuh yang diracik Dadong Bandung (nenek Pak Oles) yang usianya mencapai 100 tahun ( yang hidup dan beraktivitas antara tahun1880-1980 ).

Obat herbal yang berbahan organik saling melengkapi dengan pengobatan modern hasilnya adalah Minyak Oles Bokashi, Bokashi Care, Balsem Bokashi, Minyak Tetes Bokashi dan Madu Geruh Bokashi,  disamping sejumlah produk lainnya. Minyak Bokashi adalah salah satu produk unggulan Ramuan Pak Oles yang paling dikenal masyarakat luas hingga ke mancanegara berkat khasiatnya untuk mengatasi keluhan berbagai jenis penyakit.

Minyak Bokashi terbuat dari ekstrak tanaman obat dengan teknologi fermentasi Effetive Microorganisms (EM) yang dipelajarinya saat kuliah di Jepang. Pembuatan Minyak Bokashi berasal dari pemanfaatan lengis Arak Nyuh yang dilakukan oleh Dadong Bandung, nenek Pak Oles sekitar tahun 1900- an.

Minyak berasal dari tanaman obat yang difermentasi secara alami yang dinamakan Lengis Arak Nyuh. Obat tradisional itu sangat banyak manfaatnya untuk menjaga kesehatan masyarakat di Desa Bengkel, Buleleng tempat tinggal Dadong Bandung selama hidupnya.

Sampai saat ini 25 tahun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manajemen dan pemasaran dengan kerja keras, kegigihan dan ketekunan PT. Karya Pak Oles Tokcer telah menjadi perusahaan industri jamu terbesar di Pulau Dewata.

Perusahaan milik dan dikelola langsung oleh Gede Ngurah Wididana bertambah besar dan melebarkan sayap dengan membangun sejumlah kantor cabang pemasaran di sejumlah daerah di Indonesia antara lain Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bogor dan Nusa Tenggara Barat dengan kantor pusat tetap di Bali.

Brand dan Strategi

Karya Pak Oles Grup yang menaungi sedikitnya tujuh perusahaan swasta nasional termasuk PT. Songgolangit Persada yang satu-satunya di Indonesia mendapat lisensi dari Effective Microorganisms Research Organization (EMRO) Jepang untuk memproduksi dan pemasarkan pupuk hayati EM4 Pertanian, EM4 Peternakan, EM4 Perikanan dan EM4 untuk mengatasi limbah dan pencemaran lingkungan.

Brand (logo) perusahaan yang dirintis Pak Oles sejak awal  telah  mempunyai strategi yang dapat dipelihara, dibesarkan dan diarahkan untuk mendukung dalam mencapai sasaran yakni meraih kemajuan  dan sanggup memenang persaingan yang semakin ketat di eraglobalisasi.

Untuk itu brand perusahaan PT. Karya Pak Oles Tokcer  mempunyai makna mantra dan filosofi sehingga mempunyai peluang terjadinya transaksi bisnis yang menguntungkan. Demikian pula etos kerja Pasti Tokcer berhubungan dengan kelancaran dan kesiagakan perusahaan, misalnya mesin tarikannya bagus, kuat dan kencang,

Tokcer itu bisa juga berkaitan dengan vitalitas, orang yang vitalitasnya kuat bisa memuaskan atau kenceng terus barangnya tokcer,  pasti tokcer pasti bagus, kuat, artinya mudah-mudahan cepat sembuh, hasilnya bagus dan memuaskan.

Dalam produk Ramuan Pak Oles pasti tokcer artinya semoga, astungkara bisa sembuh atau mengandung khasiat yang mujarab. Dalam etos kerja pasti tokcer berhubungan dengan kerja yang berhasil, kerja bagus, kecepatan, ketepatan kerja, kecanggihan dalam berusaha serta didukung oleh manajemen pimpinan yang bagus.

Dengan demikian perusahaan berkembang bagus, karyawan yang sehat dan mitra kerja yang selalu senang, sehingga semua kegiatan dan aktivitas perusahaan lancar, perusahaan terus maju dan berkembang semakin besar.

Semua itu berkat kepemimpin yang bagus, karyawan yang sehat dilandasi rasa senang dan gembira sehingga mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas serta pemasaran yang lancar.

Brand perusahaan yang telah didafarkan untuk memilik hak atas kekayaan intelektual (Haki) itu disertai dengan aktivitas nyata di masyarakat serta dekat dengan konsumen yakni selama ini telah dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan sosial, selain kunjungan ke panti asuhan lansia juga ke panti asuhan yang menampung anak yatim piatu.

Jajaran Direksi, manajemen dan karyawan PT. Karya Pak Oles Tokcer yang dipimpin Direktur Perusahaan Ir. Haji Agus Urson Hadi Pramono berbuka puasa dengan anak yatim Yayasan Pelangi Anak Negeri di Jalan Pulau Saelus II, Gang Pudak Dalam No,9 Sesetan, Denpasar Selatan, serangkaian Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah awal Mei lalu.

Sejak perusahaan dirintis 25 tahun silam hingga kini berkembang pesat memiliki sejumlah kantor cabang dan pemasaran produk diberbagai daerah di Indonesia secara rutin dan berkesinambungan 3-4 kali melakukan donor darah yang melibatkan sebagian besar karyawan untuk membantu sesama umat yang memerlukan setetes darah untuk kesembuhan dari penyakit yang dideritanya.

Dalam menyambut Hari Ulang tahun seperempat abad perushaan yang disatukan dengan hari ulang tahun Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang ke-61 yang jatuh 9 Agustus 2022 ditandai dengan kebersamaan, keceriaan, kepedulian, berbagi dan bantuan untuk sesamanya.

Kegiatan sosial tersebut antara lain memberikan bantuan pakan anjing (dog food) dan 50 biji Minyak Rajas kepada Ayu Murni Pursell Dog Shelter di  Banjar Tengah, Desa Saba Bonbiyu, Kecamatan Belahbatuh , Kabupaten Gianyar.

Bantuan pakan anjing dan minyak herbal untuk hewan hasil ramuan berbagai jenis tanaman berkhasiat obat yang difermentasi dengan teknologi Efektive Miroorganisme (EM) dari Jepang.

Selain itu sebelumnya juga sempat menyerahkan 50 paket bantuan beras masing-masing paket berupa 5 kg beras, baju kaos dan Minyak Oles Bokashi kepada pemulung dan pengangkut sampah di tempat penampungan sampah sementara di Desa Yangbatu, Denpasar Timur. linktr.ee/pakolescom 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini