Seperempat Abad Kiprah Minyak Bokashi Ukir Prestasi

0
32
Jajaran direksi dan karyawan/i PT. Karya Pak Oles Grup foto bersama dengan latar replika kemasan Minyak Oles Bokashi dalan sebuah acara di kang Zanger Bokashi Farm, Jalan Waribang, Denpasar Timur.

Minyak Oles Bokashi cikal bakal sebuah perusahaan swasta nasional yang berbasis obat-obatan tradisional terbesar di Bali itu, awalnya melakukan proses produksi di sebuah rumah yang sederhana di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng yang berjarak sekitar 95 km barat laut Kota Denpasar.

Proses produksi dilakukan secara bertahap, sarana dan prasarana pendukung yakni teknologi tepat guna dan bangunan sebagai tempat produksi baru dapat dipenuhi secara bertahap beserta segala persyaratannya .

Gede Ngurah Wididana, sosok pria enerjik yang merintis berdirinya Perusahaan PT. Karya Pak Oles Tokcer pada 9 Agustus 1997, kala itu berusia 35 tahun dengan visi membangunan masyarakat, membangun desa, membangun bangsa dan misi untuk menghasilkan produk obat tradisional dari tanaman rempah dan tanaman obat yang tumbuh subur banyak jenisnya di Bali maupun daerah lainnya di Indonesia.

Suami dari Komang Dyah Setuti itu bertekad untuk memberikan peran lebih besar terhadap pengobatan warisan nenek moyang dalam pelayanan kesehatan yang bersifat alternatif dan komplementer.

Indonesia memang sangat kaya dengan sumber daya tanaman dan budaya pengobatan yang dikenal dengan sebutan jamu. Dengan modal pendidikan yang telah menyelesaikan program master di Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang, sosok pria enerjik yang lebih akrab disapa Pak Oles itu, melakukan penelitian kepustakaan dan menggabungkannya dengan pengobatan tradisional jamu.

Seiring perkembangan tiga tahun kemudian yakni tahun 2000, industri skala rumah tangga yang dirintis itu “naik kelas” menjadi Industri Kecil Obat Trdisional (IKOT) sehingga bertambah banyaknya produk yang dihasilkan, hinga akhirnya berkembang menjadi Industri Obat Trasidional yang berstandar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), tutur Penanggung Jawab Industri Obat Tradisional (IOT) KPOT Apt Endah Widyowati, S.Si, apoteker pertama di perusahaan tersebut.

Alumnus Fakultas Farmasi Universitas Erlangga Surabaya tahun 1995 itu, awalnya bekerja sebagai apoteker di sebuah apotik di Kota Singaraja yang kemudian tahun 1997 bergabung dengan perusahaan yang dirintis oleh Pak Oles, dengan tugas utama membantu mengurus izin produksi dan izin edar agar Minyak Bokashi segera bisa dipasarkan kepada masyarakat luas.

Saat itu mengurus izin produksi dan izin edar Minyak Bokashi di Kanwil Kesehatan Provinsi Bali di Jalan Melati Denpasar, setelah mengantongi izin produksi dan izin edar produksi langsung dipasarkan oleh tim marketing yang digerakkan langsung oleh Pak Oles.
Pak Oles dalam mengendalikan perusahaan tersebut mempunyai strategi pemasaran produk multi khasiat dengan membuat contoh-contoh produk ukuran kecil yang jumlahnya mencapai jutaan botol.

Contoh produk bokashi ukuran kecil itu disebarkan oleh petugas khusus pemasaran Minyak Oles Bokashi ke seluruh pelosok pedesaan di delapan kabupaten dan saota di Bali.Terobosan yang dilakukan dalam waktu singkat Minyak Oles Bokashi telah dikenal masyarakat Bali seara meluas.

Bali sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia yang mendapat kunjungan masyarakat dari berbabagai negara di belahan dunia sehingga Minyak Bokashi itu dikenal pelancong dari dalam dan luar negeri.

Keunggulan Bali sebagai daerah tujuan wisata, produk yang dipasarkan cepat dikenal wisatawan mancanegara, bahkan Minyak Oles Bokashi yang mempunyai multi khasiat untuk membantu meringankan pegal linu, meredakan bisul, gatal dan bengkak akibat gigitan serangga serta sebagai campuran mandi rempah guna mengurangi bau tidak sedap.

Produk tersebut banyak dibeli pelancong sebagai cinderamata, kenang-kenangan pulang ke negaranya. Hal itu berdampak positif terhadap pemasaran ke pasaran ekspor, karena sejumlah wisatawan membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali di negara asalnya.

Syarat dan Kualitas

Pak Oles, sosok pria bertubuh tegap yang tampil bersahaja itu menilai, brand Bali sebagai obat tradisional lebih cepat menyebar dan dikenal masyarakat ke seluruh penjuru nusantara, bahkan dunia internasional, asal produk obat tersebut berkualitas, memenuhi peraturan perijinan nasional dan internasional.

Bali sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia memiliki potensi ekonomi, pusat informasi, branding dan perdagangan internasional sehingga produk obat-obatan tradisional yang berkualitas itu mampu memberikan kontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pak Oles yang sering dipercaya tampil sebagai pembicara dalam kegiatan seminar bertaraf nasional dan internasiona, menilai Bali memang memiliki potensi budaya yakni masyarakatnya mempunyai kebiasaan dan budaya pengobatan, budaya tulis dalam lontar usada, budaya pertanian, dekat alam, budaya makan, minum herbal, budaya ritual dan balian usada.

Demikian pula potensi sumber daya alam berupa spesies tanaman khas Bali, potensi sumber daya alam yakni cinta alam, menyelamatkan tanaman langka (konservasi), kreatif dan cepat meniru.

Strategi pengembangan obat tradisional Bali mendapat dukungan dari pemerintah yakni adanya peraturan yang mengembangkan dan menumbuhkan tradisional, bantuan finansial, teknologi, informasi, menejemen dan pemasaran.

Dukungan pemerintah juga dalam bentuk penelitian, pendidikan, pelatihan, perijinan, sertifikasi, produk barang dan jasa. Sedangkan dukungan dari masyarakat yakni memelihara, menggunakan dan mempromosikan produk obat tradisional Bali yang berkualitas tersebut.

Minyak Oles Bokashi, salah satu produk unggulan PT Karya Pak Oles Tokcer menuju obat berkelas dunia dengan memiliki produk yang berkualitas didukung usaha lebih kreatif, inovatif, tahan banting dan berwawasan dunia.

Minyak Bokashi, minyak herbal asli Bali memiliki multi khasiat untuk mengatasi berbagai jenis keluhan penyakit memiliki keunggulan dan kelebihan yang telah teruji oleh konsumen dan masyarakat luas sejak tahun 1997 atau 25 tahun yang silam.

Minyak Bokashi telah menjadi obat keluarga masyarakat Indonesia itu memiliki variasi dan keunggulan yakni kemasan terdiri atas 5 jenis meliputi ukuran 5 ml,12 ml, 35 ml, 65 ml dan 140 ml, yang menjadi produk andalan semakin kuat, seksi dan kotak yang senantiasa disempurnakan agar menarik.

Demikian pula bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan Minyak Oles Bokashi dan produk Ramuan Pak Oles lainnya tetap komitmen menggunakan terbaik, karena bahan baku bermutu menjadikan Minyak Bokashi nomer satu mampu memenangkan setiap persaingan.

“Kalau kami diadu, semua produk serupa dijejer, jelas Minyak Bokashi tetap yang terdepan, karena kami telah bertekad dan berkomitmen untuk menggunakan bahan baku terbaik secara berkesinambungan,” tutur Pak Oles pada suatu kesempatan.

Hal itu penting, karena tanpa kualitas bahan baku yang bagus, produksi pasti menurun dan tentu sulit untuk meningkatkannya lagi. Untuk itu PT KPOT bertekad untuk memproduksi Minyak Bokashi menjadi yang berbaik dan berkelas dunia (World Class).

Sebagai tim pemasaran menjadi bangga karena produk Minyak Bokashi selama 25 tahun kiprahnya telah teruji tidak pernah ada yang konflin, selalu menjaga mutu. Dengan kemajuan teknologi informasi, adanya media sosial yakni facebook, twitter, instagram mengantarkan Minyak Bokashi dan Produk Ramuan Pak Oles lainnya cepat dikenal secara meluas di pasaran nusantara dan mancanegara.

Tanpa memperhatikan mutu mustahil pabrik Minyak Bokashi dan berbagai jenis produk Ramuan Pak Oles yang ada di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng dan di Jalan Tukad Balian Kawasan Renon, Denpasar dikunjungi mahasiswa fakultas pertanian, jurusan farmasi dan berbagai disiplin ilmu lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini