Rambu-Rambu Penelitian

0
22
Ir. I Gusti Ketut Riksa dalam peluncuran buku Filosofi Pertanian Organik dan Teknologi EM.

Oleh: Ir. I Gusti Ketut Riksa *)
Semakin lama manusia semakin cerdas, hal ini memang harus disyukuri, namun kegiatan penelitian yang dilakukan nampaknya perlu dicermati jangan sampai kedodoran. Beberapa contah diantaranya ialah teknologi kultur jaringan pada tanaman yang telah dilakukan dengan baik di berbagai negara belahan dunia dan hasilnya pun telah dinikmati.

Penelitian tentang rekayasa genetika terutama pada tanaman pangan masih banyak yang meragukan. Lebih jelasnya lagi penelitian tentang kloning binatang seperti kelinci dan domba, terbukti telah membuahkan hasil, namun bila penelitian ini ditingkatkan menjadi kloning manusia hal- hal seperti inilah yang harus diwaspadai.

Selama penelitian itu berlangsung sesuai dengan hukum alam, tentu tidak usah diragukan, namun apabila sangat menyimpang dari hukum alam, memang perlu diperhatikan, dipertanyakan dan dibahas lebih lanjut.

Teknologi EM yang ditemukan oleh Prof. Dr. Teruo Higa, guru besar bidang hortikultura University Ryukyus Okinawa, Jepang telah meletakkan dasar-dasar yang benar, namun ke depan masih harus dilengkapi dengan berbagai penelitian lagi.

Hal itu karena berhadapan dengan tanaman, juga tanah, air, kelembaban, penyinaran, udara beserta musuh-musuh alami dari tanaman yang dibudidayakan. Kondisi itulah yang terus menerus dicari jalan keluarnya agar senantiasa memperoleh hasil yang lebih baik, kualitas dan kuantitasnya.

Penelitian tidak semuanya harus “terukur” secara kualitatif dapat dilakukan oleh petani, namun tanpa meninggalkan kaedah-kaedah baku, yang telah dirintis Prof. Higa dan tidak menyimpang dari Filosofi Mokichi Okada. Ingatlah bahwa kekuatan regenerasi alam berada pada EM. Pergunakanlah EM untuk semua aspek kegiatan.
*) Staf Ahli PT Songgolangit Persada. linktr.ee/pakolescom #EM4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini