Kerajinan Warna-Warni Iron Handicraft Tabanan Tetap Eksis

0
60
Ni Gusti Ayu Ari menunjukkan kerajinan tangan dari bahan besi yang berbentuk motor vespa.

Usaha industri kerajinan berbahan baku besi Warna-Warni Iron Handicraft di Jambe Baleran, Tabanan di masa pandemi Covid-19 tetap eksis, namun ekspor ke pasaran Amerika Serikat, Inggris dan sejumlah Negara Eropa lainnya dari segi volume dan nilainya mengalami penurunan drastis.

“Ekspor pada masa pandemi ini tetap jalan, namun volume dan nilainya kecil, usaha tetap jalan, sebagian tenaga kerja bekerja di rumahnya masing-masing untuk menghindari kerumunan,” tutur Ni Gusti Ayu Ari yang mengelola usaha kerajinan besi Warna-Warni Iron Handicraft yang sedang mengikuti pameran Industri Kecil Menengah (IKM) Bali Bangkit di Taman Budaya Denpasar.

Ia merintis usaha kerajinan rumah tangga berbahan baku besi bersama suaminya I Made Agus Semadhi sejak tahun 1994 dan empat tahun kemudian yakni tahun 1998 berbagai jenis produk yang dihasilkannya menembus pasaran ekspor.

Awalnya menembus negara-negara di kawasan Eropa, Inggris dan Amerika itu sebelum pandemi ekspor berbagai jenis cinderamata berbahan baku besi cukup lancar. Pesanan mitra kerja dari luar negeri itu masih berlangsung sampai sekarang, namun volume dan nilainya relatif kecil.

Hal itu terlihat dari jumlah tenaga kerja yang ditampungnya di unit usaha kerajinan berbahan baku besi di Jambe Baleran Jalan Jalak Putih Gang II No.2 A Tabanan, Bali menampung sampai 50 tenaga kerja.

Namun sekarang di tempat tersebut hanya menampung 25 orang yang umumnya berasal dari luar daerah Tabanan seperti Buleleng dan daerah lainnya di Bali. Sedangkan masyarakat asal Tabanan, khususnya di sekitar lokasi unit usahanya bekerja di rumahnya masing-masing.

Hal itu dimaksudkan untuk menghindari kerumunan di masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Produk yang dihasilkan seperti yang ditampilkan dalam pameran Bali Bangkit antara lain berbagai jenis cinderamata yang bernuansa seni seperti sepeda motor vespa yang mempunyai dwi fungsi yakni sebagai pajangan seni dan tempat tabungan untuk menyimpan uang.

Demikian pula berbagai jenis celengan, tempat penyimpanan uang yang menyerupai berbagai bentuk binatanag yang dibuat sedmikian rupa sehingga unik dan menarik. Tempat Celengan tersebut selain untuk menyimpan uang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, juga berfungsi sebagai lampu hiasan.

Selain itu juga membuat berbagai bentuk kaca untuk berhias dan jenis cinderamata lainnya yang menonjolkan nilai seni yang estetik. Selama pandemi pesanan lebih banyak melalui online, walaupun jumlahnya kecil-kecilan sekedar bisa jalan, tutur Gusti Ayu Ari.
Ia menyambut baik kegiatan pameran IKM Bali Bangkit yang difasilitasi pemerintah Provinsi Bali. Semoga banyak pengunjung termasuk wisatawan yang mulai berkunjung ke Bali dengan harapan banyak produk yang laku. linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini