Kesadaran dan Potensi Diri

0
18
Kadek Brahma Shiro Wididana, Staf Ahli Pemasaran PT. Karya Pak Oles Tokcer.

Oleh: Kadek Brahma Shiro Wididana, SE., MM. *)
Terlalu banyak waktu berjuang percuma untuk tidak menyadari potensi diri kita sendiri. Sebaliknya kita menjadi pintar menilai potenai orang lain, diluar diri kita. Karena itu penting kiranya mengetahui potensi diri sendiri agar bisa memanfaatkan potensi tersebut untuk kemajuan material dan spiritual kehidupan kita.

Untuk mengetahui potensi diri sendiri, kita harus memiliki kesadaran. Potensi diri berarti kemampuan, bakat, keahlian, pemahaman teori dan praktek dalam disiplin ilmu, pengalaman dan pergaulan luas di masyarakat. Kesaaran berarti memahami potensi diri, mengerti bahwa potensi yang dimiliki adalah suatu proses pengembangan diri.

Kesadaran adalah bagaimana kita dapat menikmati hidup dan kerja pada saat sekarang, bukan kemarin dan apalagi besok. Karena itu setiap saat kita bergembira karena kenikmatan hidup dan kerja yang dilakukan.

Memiliki kesadaran dibutuhkan waktu untuk merenung mencari sesuatu di dalam diri sendiri, dengan duduk bersila, kepala tegak, mata terpejam, dan rileks. Pikiran diarahkan pada naik turunya nafas yaitu pernafasan perut.

Proses meditasi berulang-ulang yang dilakukan kita setiap hari menuntun kita lebih sabar, lebih tabah, lebih seimbang, dalam menghadapi cobaan, kegagalan, dan lebih menikmati keberhasilan dan kemenangan.

Demikian juga pernafasan perut yang sering dilatih, membuat kita menjadi terbiasa melakukan pernafasan perut. Pernafasan perut memberikan kita ketenangan dalam bertindak.

Ketenangan itulah kesadaran. Ketidak tenangan berarti ketidak sadaran. Ketenangan didapat karena oksigen yang dialirkan oleh darah ke dalam tubuh mencukupi kebutuhan otak, sehingga otak mampu bekerja maksimal untuk tenang dan cepat memerintahkan seluruh indera dan organ tubuh bertindak sesuai keperluan.

Kesadaran sangat perlu dimiliki oleh setiap orang untuk mengembangkan profesinya, membina kehidupan rumah tangga dalam hidup bermasyarakat secara baik dan benar, mengelola keuangan dan sumber pendanaan dengan baik.

Kesadaran tidak diperoleh secara langsung, tetapi harus dilatih secara berkesinambungan. Dengan kesadaran kita mengetahui potensi diri, dan berkeyakinan untuk berusaha serta bekerja sesuai dengan potensi yang dimiliki.
*) Staf Ahli Pemasaran PT Karya Pak Oles Tokcer

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini