Belajar

0
36
Kadek Brahma Shiro Wididana SE, MM. Staf Ahli Pemasaran PT Karya Pak Oles Tokcer.

Oleh: Kadek Brahma Shiro Wididana, SE., MM.*)
Yang menyebabkan manusia tambah pandai adalah dalam kehidupanya disibukan dengan belajar secara terus menerus. setiap saat bertambah pengalaman dan pengetahuanya dalam mengarungi pahit manisnya hidup dan kehidupan.

Di dalam setiap sel syaraf otak manusia mampu menyimpan jutaan memori setiap hari. Setiap hari informasi dan inovasi (gagasan) baru disimpan di dalam otak. Informasi dan inovasi memberikan pengalaman lahir bathin yang bisa dirasakan seluruh tubuh, bahkan sampai terbawa mimpi atau tidak bisa tidur oleh informasi yang bisa kita terima.

Belajar itu ada yang secara formal dan ada pula belajar yang secara informal. Kedua-duanya saling mengisi. Belajar secara formal disusun oleh guru secara sistematis agar murid mudah mengerti.

Belajar formal mengandung konsep ‘belajar dulu, manfaat kemudian’. Memang pada akhirnya banyak sekali orang yang merasa menyesal karena waktunya banyak terbuang percuma pada hal-hal yang tidak penting atau tidak berguna.

Belajar informal itu memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada murid untuk mencari ilmu sendiri-sendiri sesuai dengan apa yang ingin dikembangkan, seusai dengan minat dan bakatnya, sesuai tujuan hidupnya, untuk apa dan dimana menjadi apa dan siapa
Belajar informal dilakukan setiap saat sampai akhir hayat. Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Kedua proses belajar itu sama-sama bermanfaat dan sama-sama mempunyai kekurangan.

Belajar akan ada manfaatnya jika ilmu yang dipelajari dapat diterapkan untuk diri sendiri dan orang lain terutama untuk meningkatkan derajat, harkat dan martabat manusia dan kemanusiaan.

Pada awalnya dibutuhkan kurun waktu selama 12 tahun sampai taman Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), atau 16 tahun sampai tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan atau selebihnya.

Untuk mengikuti program belajar formal, setiap harinya menghabiskan waktu 6 jam di sekolah. Selanjutnya tergantung diri sendiri ,memilah-milah ilmu yang bermanfaat atau tidak bermanfaat untuk kemajuan diri sendiri. Ambilah ilmu yang diminati dan bermanfaat, sisanya cukup disingkirkan saja, anggap sebagai latar belakang kehidupan yang mengias penampilan kita.

Kalau mau lebih ekstrim, ilmu yang tidak bermanfaat dan dianggap telah banyak menyita waktu lebih baik dibuang saja, karena mengurangi daya simpan memori di otak. Itulah yang disebut dengan keahlian.

Orang yang ahli telah mangetahui manfaat dari ilmu yang ditekuni ,juga orang ahli telah mengetahui untuk apa dia belajar sesuatu dan untuk apa pula dia menjadi siapa dari sesuatu yang dipelajari.

Apakah anda telah mengetahui keahlian anda? Apakah anda telah yakin dengan keahlian yang dimiliki, yang mampu meningkatkan harkat kemanusiaan diri sendiri dan orang lain, bermanfaat bagi masyarakat luas dan lingkungan sekitar? Kalau belum, anda belum menemukan jati diri anda sendiri, kalau sudah anda telah menikmati keahlian anda sendiri untuk bekerja bebes menjadi manusia merdeka. Hanya manusia merdeka yang bisa berkembang sukses.

*) Staf Ahli Pemasaran PT Karya Pak Oles Tokcer

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini