Nengah Sudarma Sukses Beternak Sapi

0
11
I Nengah Sudarma menunjukan produk EM4 untuk merawat ternak sapi piaraanyna.

I Nengah Sudarma (50) merupakan sosok pekerja keras dan tidak pernah mengenal lelah dalam menjalankan usaha yang digelutinya. Sosok ayah tiga orang anak ini memiliki banyak kesibukan demi sebuah hasil yang diharapkan.
Beternak sapi indukan salah satu aktivitas yang digelutinya sejak 12 tahun silam dengan hasil yang sangat menggembirakan. “Mengintip dari hasil, jika memelihara sapi yang siap bunting sebanyak 15 ekor, sama dengan kita digaji Rp 6 juta per bulan dalam sebuah perusahaan tempat kita bekerja. Karena rincian bila sapi kita melahirkan anak betina seharga Rp 4-5 juta. Jika melahirkan anak jantan harganya bisa Rp 8-9 juta per ekor setelah berumur 210 hari atau enam bulan. Bila dibagi jantan setengah, betina setengah akan mendapatkan hasil Rp 6 jutaan per bulan,” ujar suami Ni Nengah Ariasih (45).

Yang lebih mengerankan, Sudarma yang akrab disapa Gondrong ini memelihara sapi sebayak itu dilakukan sendirian termasuk mencari pakan. “Untuk pakan sapi selain diambil dari lahan sendiri, saya juga meminta dari masyarakat sekitar seperti daun jagung, daun kacang juga batang padi atau jerami segar dan hijauan lainnya,” ujarnya.

Dalam merawat kesehatan ternak sapinya, Gondrong menggunakan produk EM4 Peternakan dari PT Songgolangit Persada (SLP) yang telah lama ia terapkan.“Saya mengaplikasikan EM4 baik dalam pembuatan pakan ternak (silase), memberikan minum juga untuk sanitasi lingkungan agar terhindar dari aroma yang tidak sedap. Selain itu kotorannya bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bermanfaat,” ujar Sudarma yang juga menjadi Ketua Kelompok Ternak Tani Satwa Winangun Banjar Tusan, Desa Tangkas, Kabupaten Klungkung.

Gondrong mengatakan, untuk bibit sapi ia dapatkan dari sejumlah kabupaten di Bali seperti Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Gianyar.“Saya tidak mau sembarangan memilih bibit sapi untuk indukan karena sangat beresiko dalam kesehatan maupun perkembangannya,” ujarnya.

Selain sibuk beternak sapi, pria enerjik ini juga bekerja di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan mengolah sawah seluas 2 hektar yang ia garap sendiri. Tidak heran bila setiap hari aktivitas Gondrong sangat padat. Apalagi memasuki musim menanam padi di sawah, ia bisa menanam padi sendiri pada malam hari di bawah sinar rembulan yang sering membuat heran saudara dan temannya melihat keuletan Gondrong. linktr.ee/pakolescom #EM4 #songgolangitpersada.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini