Rumah Sakit International di Bali, Perlukah? (1)

0
9
Cahyadi Surya, Alumni Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (FKKMK UGM).

Oleh: Cahyadi Surya  *)

Siapa yang tidak mengenal Bali? pertanyaan sederhana yang menggelitik untuk dijelaskan lebih lanjut. Masyarakat global, diakui atau tidak mayoritas mengenal Bali, oleh karena aktifitas pariwisata yang begitu pesat pertumbuhannya ditempat ini.

Berbagai narasi dibangun untuk merepresentasikan keunggulan Bali, agar tetap memiliki posisi tawar yang baik di kancah internasional. Mulai dari Pulau Seribu Pura, Pulau Para Dewata, The Last Paradise dan lain sebagainya.

Ribuan mata memandang bahkan tidak pernah berpaling dari keasrian alam dan keluhuran budaya masyarakat Bali. Tentunya semakin tinggi sebuah pohon, semakin deras angin menggoyangnya.  Begitulah berbagai macam cobaan silih berganti mencoba menurunkan pamor Pulau Bali, sampai saat ini yang masih kita rasakan adalah hadirnya pandemi.

Pandemi yang dirasakan oleh seluruh warga dunia jika dibaca secara awam, tentu saja ini merupakan hal yang merugikan, menakutkan atau bahkan ada yang menyebut kutukan. Mari kita baca ini terbalik, maksudnya adalah wabah dibaca sebagai berkah.

Berkah karena masyarakat Bali dapat beristirahat dan menata kembali hal-hal yang belum sempat terurus ketika sibuk bergelut dengan profesi. Dapat juga dibaca sebagai berkah karena dalam periode ini banyak kesempatan terbuka sangat lebar, salah satunya adalah pengembangan kelanjutan dari pariwisata yakni Health Tourism dan Wellness Tourism.

Masih segar dalam ingatan kita, di penghujung tahun 2021, Presiden RI telah membuka secara resmi pembangunan Rumah Sakit Internasional di Bali. Ini adalah akhir yang indah dan awal yang baik ketika membuka lembaran tahun 2022.

*) Alumni Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (FKKMK UGM).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini