Jarak dan Keindahan

0
11
Mas Ruscitadewi, Adalah Sastrawan dan Alumnus Program S-3 Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Oleh: Mas Ruscitadewi *)
Saat naik tangga
Rasa lelah terasa
Hiasan ukiran naga
Tak tampak mata

Kadang ingin berhenti
Mengeluh kutuki diri
Karena tujuan terlihat pasti
Kita jalani dan kuatkan hati

Saat semua terlewati
Tangga itu tampak rapi
Jarak menjadikannya indah
Kelapangan mencipta berkah

Menjalani hidup seperti menaiki tangga tak kasat mata, banyak masalah yang mendera. Beratnya medan yang kira hadapi kadang membuat kita mengeluh, menjerit, menangis bahkan ingin menyerah. Tetapi jika kita telah menetapkan tujuan dengan pasti, tanpa ambisi, kita bisa istirahat sejenak, agar nafas terasa enak.

Kadangkala ada masalah yang tidak bisa sekali tuntas, perlu diurai, dicicil. Agar masalah nampak lebih kecil kita perlu berhenti sejenak dan mengambil jarak. Dengan berjarak kita bisa melihat masalah secara lebih luas. Tak hanya masalah kita sendiri juga masalah-masalah yang dihadapi orang lain. Kita bisa melihat masalah yang lebih kecil, lebih besar, lebih sederhana maupun lebih komplek.

Jika kita berhenti, dan meluaskan pandang, dari tangga tempat kira berdiri kita bisa melihat awan, mendung, pohon-pohon bahkan sebuah mobil yang berlaju kencang. Saat berkutat dalam belitan masalah, kita perlu mengambil jarak dengan masalah itu sendiri, bahkan dengan diri kita sendiri.

Seperti layaknya berfoto selfi, kita bisa melepaskan diri dari masalah, bisa tampil sebagai subyek atau obyek foto. Dengan berjarak, kita bisa menemukan sisi-sisi keindahan, yang menyenangkan dan membahagiakan. Rasa bahagia akan menjadi spirit, kekuatan yang bisa kita jadikan bekal untuk melanjutkan langkah berikutnya.

*)Adalah Sastrawan dan Alumnus Program S-3 Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini