Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr.

Bernapas bukan sekadar aktivitas untuk mempertahankan kehidupan. Cara seseorang bernapas memiliki kaitan dengan kemampuan mengelola emosi, ketenangan pikiran hingga mengambil keputusan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Cara bernapas juga sangat menentukan kesehatan.

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr. menyampaikan hal tersebut saat mengulas pentingnya kesadaran terhadap prana atau energi kehidupan yang dapat diperoleh dari berbagai sumber, terutama udara, makanan, minuman, lingkungan dan informasi yang diterima setiap hari.

“Udara segar menjadi salah satu sumber prana yang penting. Bernapas dengan baik dapat dilakukan dengan memanfaatkan udara pada pagi hari, kawasan pantai, hutan, danau maupun lingkungan yang banyak ditumbuhi tanaman. 70 persen prana berasal dari udara,” ujar Wididana dalam Seminar Prana, Management for Human Wellness yang digelar secara daring.

Ia menyampaikan, selain dari udara, prana dapat diperoleh melalui berbagai sumber. Diantaranya dari makanan segar dan sehat, tanpa pengawet dan perasa tambahan. Buah yang baru dipetik, misalnya, dinilai memiliki prana yang lebih baik dibandingkan makanan yang telah banyak melalui proses pengawetan atau mengandung berbagai zat tambahan.

Selain makanan dan udara, lingkungan tempat tinggal juga dinilai turut mempengaruhi kondisi seseorang. “Tata ruang yang baik, termasuk konsep Asta Kosala Kosali, dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan mendukung keseimbangan prana,” ucap pria yang biasa disapa Pak Oles ini.

Pengaruh serupa juga dapat berasal dari hewan, barang seni, kesenian, pergaulan hingga informasi yang dikonsumsi setiap hari. Oleh karena itu, Wididana mengingatkan pentingnya menyaring informasi yang masuk ke pikiran. Informasi positif dan lingkungan pergaulan yang baik diyakini dapat memberikan pengaruh positif terhadap kondisi seseorang. “Kita harus menyaring informasi yang masuk ke pikiran kita. Pergaulan yang bagus juga berpengaruh,” katanya.

Wididana menekankan, cara bernapas juga menjadi bagian penting dalam latihan pranayama. Pengaturan napas dapat membantu seseorang membangun kesadaran terhadap kondisi tubuh dan emosinya.

Cara bernapas juga berkaitan dengan kapasitas paru-paru, sirkulasi oksigen dan prana ke seluruh tubuh, serta kondisi mental. Kesadaran terhadap napas juga dapat membantu seseorang menghadapi emosi seperti marah, takut dan cemas.

Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan mengatur napas dinilai penting sebelum mengambil keputusan. Ketika seseorang berada dalam kondisi emosi, keputusan yang diambil berpotensi berbeda dan bahkan salah dibandingkan saat pikiran lebih tenang. “Keputusan yang diambil bisa benar karena sudah mengatur pranayama, bisa tenang mengatasi masalah,” ujarnya.linktr.ee/pakolescom

Wididana mengajak masyarakat tidak hanya memperhatikan apa yang dikonsumsi tubuh, tetapi juga memperhatikan asupan “makanan” bagi pikiran, kualitas lingkungan, pergaulan serta cara bernapas. Sebab, kehidupan tidak pernah lepas dari persoalan. Yang menjadi penting adalah bagaimana seseorang membangun strategi untuk menghadapi masalah dengan keberanian, kesabaran dan visi hidup yang jelas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini