Ni Putu Melani sedang menyiram tanaman sayuran menggunakan Pupuk Organik Cair aplikasi EM4 dikebunnya.
Pupuk Organik Cair (POC) yang dihasilkan melalui proses fermentasi berbagai bahan organik, baik yang berasal dari tanaman maupun hewan, menjadi salah satu pilihan untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara alami.
POC mengandung unsur hara makro, mikro, serta berbagai senyawa organik yang dibutuhkan tanaman. Dalam proses pembuatannya, penambahan EM4 (Effective Microorganisms 4) sebagai bioaktivator membantu mempercepat proses fermentasi bahan organik. Fermentasi yang berlangsung optimal dapat menghasilkan POC dengan nutrisi yang lebih mudah dimanfaatkan tanaman.
Penerapan POC dengan sentuhan bioaktivator EM4 tersebut telah lama dilakukan Kadek Organik Farm yang berlokasi di Banjar Dinas Munduk Andong, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Di lahan seluas sekitar 50 are, I Made Sandi yang akrab disapa Kadek Melon membudidayakan berbagai jenis sayuran hijau serta tanaman buah, seperti alpukat dan durian, dengan menerapkan prinsip pertanian organik.
Bagi Made Sandi, bertani secara organik memiliki tantangan tersendiri. Selain membutuhkan ketekunan, profesi petani masih kerap dianggap sebagai pekerjaan yang berat dan kurang diminati generasi muda.
Berbeda dengan pertanian konvensional yang banyak menggunakan input kimia, Made Sandi memilih memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti sisa tanaman dan kotoran hewan, sebagai sumber pupuk.
“Salah satu tujuan saya bertani organik adalah mengembalikan kesuburan tanah. Penggunaan bahan kimia justru dapat merusak kualitas tanah dalam jangka panjang. Selain itu, hasil panennya pun aman dikonsumsi karena bebas zat kimia,” jelasnya.
Ketekunan menjalankan pertanian organik sejak 2012 membuat usaha yang digelutinya terus berkembang. Tidak hanya menghasilkan produk pertanian, Made Sandi juga mendirikan lembaga pendidikan pertanian swadaya yang menjadi tempat belajar bagi masyarakat.
Setiap harinya, siswa sekolah menengah hingga mahasiswa datang untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai praktik pertanian secara langsung di lahannya.
Dari hasil panen serta kegiatan edukasi pertanian tersebut, usaha yang dikembangkannya mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.
Made Sandi mengatakan, keberhasilan mengembangkan pertanian organik tidak terlepas dari konsistensi dalam merawat tanaman dan mengelola kesuburan tanah. Salah satu produk yang digunakan untuk mendukung proses tersebut adalah EM4, khususnya dalam pembuatan pupuk organik melalui proses fermentasi.
Libatkan Generasi Muda
Pengembangan pertanian organik di Kadek Organik Farm juga melibatkan putrinya, Ni Putu Melani. Ia turut mengambil peran dalam mengembangkan usaha pertanian keluarga, termasuk green house yang menerapkan teknologi smart farming.
Sejak kecil, Melani telah terlibat dalam aktivitas pertanian yang dikelola keluarganya. Pengalaman tersebut membentuk pemahaman sekaligus kedekatannya dengan dunia pertanian. Ketika melanjutkan pendidikan tinggi, ia tetap memilih bidang yang berkaitan dengan pertanian untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilannya.
Melani juga aktif mendampingi berbagai kegiatan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Kegiatannya antara lain menerima mahasiswa magang, mendampingi kunjungan pelajar, serta berinteraksi dengan petani dari berbagai daerah di Bali.
Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan praktis sekaligus memperluas wawasan mengenai tantangan dan peluang di sektor pertanian.
Dalam pengelolaan kebun, keluarga Melani mengembangkan pertanian organik dengan pendekatan inovatif. Berbagai formulasi pupuk organik dibuat secara mandiri, termasuk memanfaatkan EM4 sebagai bioaktivator dalam proses fermentasi.
Pendekatan tersebut diterapkan dengan prinsip low input atau penggunaan input yang efisien, namun tetap diarahkan untuk menghasilkan produksi yang optimal. Penggunaan pupuk organik cair dan penyemprotan secara rutin menjadi bagian dari perawatan tanaman.
Melani menilai, selain pengembangan teknologi dan metode budidaya, hal yang tidak kalah penting adalah membangun citra positif profesi petani di kalangan generasi muda.
Menurutnya, profesi petani masih sering dipandang sebelah mata. Padahal, sektor pertanian memiliki potensi ekonomi sekaligus peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan.
Karena itu, keterlibatan generasi muda di sektor pertanian perlu terus didorong agar dunia pertanian tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai bidang usaha yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui inovasi dan teknologi.