Dalam rangka mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) melaksanakan kegiatan magang di Pak Oles Green School. Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai dari Agustus hingga Oktober 2025.
Sebanyak lima orang mahasiswa semester lima Program Studi Pendidikan Biologi secara resmi diterima oleh Manajer Pak Oles Green School, Ir. Koentjoro Adijanto, dan Staf Ahli PT Songgolangit Persada (SLP), Ir. I Gusti Ketut Riksa, di Kantor Pemasaran SLP, Jalan Letda Kajeng, Denpasar Timur, Selasa (9/10).
Kelima mahasiswa tersebut adalah Mandalika Indah Pramaningtias Wijaya, Ni Ketut Desi Fitriyanti, I Kadek Febriandika Narakusuma, Lidia Dendo Ngara, dan Marinto Rengge. Mereka didampingi oleh tiga dosen, termasuk Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, Dra. I Gusti Ayu Rai, M.Si.
Dalam sambutannya, Gusti Ayu Rai menyampaikan harapan besar terhadap program magang ini. Menurutnya, kegiatan tersebut akan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa yang selaras dengan kompetensi bidang Biologi, seperti praktik hortikultura, pertamanan, composting, hingga manajemen agrobisnis.
“Ini merupakan program berdampak, artinya mahasiswa kami yang akan lulus diharapkan siap memberikan kontribusi nyata, baik kepada masyarakat maupun di dunia industri atau mitra kerja,” ujar Gusti Ayu Rai.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan magang ini akan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) bagi mahasiswa yang mengikutinya, sebagai bagian dari implementasi kebijakan MBKM di lingkungan UPMI.
Pak Oles Green School dinilai sebagai lokasi magang yang sangat tepat karena memiliki fasilitas yang mendukung pembelajaran mahasiswa Biologi, seperti budidaya peternakan, perikanan, serta koleksi ratusan jenis tanaman obat yang tertata di lahan seluas 40 are (4.000 m²).
Tanaman-tanaman tersebut menjadi bahan baku utama dari berbagai produk herbal unggulan Industri Obat Tradisional PT Karya Pak Oles Tokcer, seperti Minyak Oles Bokashi.
“Tempat ini sangat relevan dengan beberapa mata kuliah kami, seperti Mata Kuliah Lapangan Terintegrasi, Hortikultura, Pertamanan, hingga Manajemen Agrobisnis. Kami berharap mahasiswa dapat menggali pengalaman dan pengetahuan sebanyak-banyaknya,” tambahnya.
Program magang ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja.https://linktr.ee/em4

