Olah Kotoran Burung Puyuh Jadi Pupuk Fermentasi Sentuhan EM

0
99
Pengolahan kotoran burung puyuh untuk dijadikan pupuk organik fermentasi dengan bioaktivator EM4.

Mahasiswa Universitas Andalas Payakumbuh Padang, Sumatera Barat melakukan penyuluhan di Peternakan Bujang PS, untuk para pekerja dan peternak burung puyuh di sekitar Nagari Padang Arai, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Penyuluhan kali ini tentang “Pengolahan kotoran burung puyuh untuk dijadikan pupuk organik fermentasi”. Nagari Padang Arai salah satu dari enam nagari di Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh Kota, dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan peternak.

Nagari Padang Arai memiliki potensi produk pertanian berupa jagung, padi, dan sayur-sayuran. Selain itu, sebagian peternak di Nagari Padang Arai juga beternak burung puyuh yang menghasilkan limbah ternak yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Kandungan protein atau nitrogen kotoran puyuh cukup tinggi, oleh sebab itu kotoran puyuh dapat digunakan sebagai pupuk organik pada tanaman.

Namun, sebelum diberikan sebagai pupuk, kotoran puyuh sebaiknya diolah dan difermentasikan terlebih dulu. Fermentasi merupakan suatu proses penguraian bahan organik dengan menggunakan sentuhan Effective Microorganisms 4 (EM4) pertanian.

Pupuk organik dari limbah burung puyuh kaya akan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium. Prosesnya melibatkan penambahan bahan tambahan seperti EM4, molases, dedak dan arang sekam ke dalam kotoran puyuh untuk membuat pupuk.

Pupuk organik tersebut dapat dimanfaatkan oleh petani untuk kualitas tanah dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang mahal dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Pemilik dan pekerja di Peternak Bujang PS telah menetapkan dasar yang kuat dengan berhasil menerapkan teknik pengolahan kotoran burung puyuh untuk dijadikan pupuk organik fermentasi.

Dukungan penyuluhan yang berkelanjutan, diharapkan kemampuan peternak dalam mengelola limbah kotoran dari peternakan dapat terus meningkat. Hal itu akan menjadi langkah penting menghadapi tantangan dan mencapai keberlanjutan dalam sektor peternakan maupun kelompok peternak.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini