Teknologi EM Dorong Tanaman Cepat Berbuah Kualitas Bagus

0
124
Ida Bagus Ketut Oka menunjukkan buah jeruk dengan buah besar, mulus dan manis di kebun organik miliknya di Bayung Gede, Penelokan, Kintamani, Kabupaten Bangli.

Instruktur Effective Microorganisms 4 (EM4) pada Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali, Ir. I Gusti Ketut Riksa menegaskan, teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4) pertanian sangat kuat untuk mendorong tanaman cepat berbuah dengan kualitas yang bagus.

“Jangankan tanaman yang biasa berbuah, yang tidak lazim berbuah pun dapat dibuahkan berkat sentuhan teknologi EM,” kata Gusti Riksa yang juga staf Ahli PT Songgolangit Persada (SLP) agen tunggal yang memproduksi dan memasarkan EM4 pertanian, EM4 peternakan, EM4 perikanan, EM4 limbah dan EM4 Toilet ke seluruh daerah di Indonesia yang mendapat lisensi dari EMRO Jepang.

Ia mengatakan, tanpa disengaja tanaman pohon buah ini tumbuh di halaman kantor IPSA pada mulanya tidak berbuah. Setelah dipupuk dengan EM4 pertanian sisa-sisa bahan praktik timbul bunga dan bunga itu tumbuh menjadi buah yang sangat lebat.

Rupa buahnya seperti rambutan, tapi warnanya tetap hijau dan rasanya pahit, tutur Gusti Ketut Riksa yang telah mencetak ribuan petani organik berbasis EM dari berbagai daerah di Indonesia untuk diterapkan di daerah asalnya asing-masing.

Pihaknya juga pernah membuahkan tanaman asam yang bijinya dibawa dari Bangkok. Sudah sebelas tahun umur tanamannya belum juga keluar buah, namun disiram dengan EM cukup banyak barulah keluar bunga dan buahnya sangat lebat.

Mudah-mudahan informasi ini beguna bagi petani maupun penyayang tanaman yang dikerdilkan (bonsai)  kesayangan, namun lama tidak berbuah.

Pengalaman petani sama

Sementara Widianto, seorang mandor kebun buah dan pembuat kompos Edupark Rodjo Tani Ternak (Tater) Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ketika menerima kunjungan tim youtube PT Songgolangit Persada dari kantor Pusat di Denpasar, Bali, belum lama ini mengungkapkan, pihaknya menggunakan pupuk organik bokashi padat dan cair hasil permentasi limbah organik sentuhan Effective Microorganisms 4 (EM4) di Kebun tanaman buah menjadikan tanaman tumbuh subur, batangnya bagus dan cepat berbuah.

Lebih dari 20 jenis tanaman buahan-buahan, yang pohonnya mencapai ratusan tertata sedemikian rupa semuanya tumbuh subur dan berbuah lebat kualitas bagus di atas lahan seluas dua hektar.

Ia mengatakan, pupuk bokashi hasil fermentasi selama sebulan itu seluruhnya diaplikasikan pada tanaman buah-buahan. Pupuk bokashi padat cara mengaplikasikannya dengan menajuk sekitar akar tanaman lalu diisi dengan pupuk kemudian ditutup lagi dengan tanah yang diambil dari sekitarnya.

Penutupan pupuk organik dengan tanah di sekitar perakaran tanaman bertujuan agar mikroorganisme yang ada pada bahan organik itu tetap efektif dan nutrisi bisa cepat diserap akar tanaman tersebut.

“Dengan menggunakan EM4, manfaat yang kami rasakan di sini tanaman yang dipupuk organik itu tumbuh lebih subur, segar, pertumbuhannya bagus dan kita tidak terlalu bergantung dengan pupuk kimia, jadi tujuan akhirnya adalah untuk menekan biaya perawatan dan buah-buah yang dihasilkan organik yang mempunyai khasiat untuk meningkatkan derajat kesehatan,” tutur Widianto.

Pihaknya membuat pupuk organik bokashi cair menggunakan berbagai jenis bahan yang prosesnya tetap memanfaatkan EM4. Bahan yang digunakan antara lain daun lemtoro, kotoran sapi, kotoran kambing yang dimasukkan ke dalam tong atau drum berkapasitas 50 liter.

Kotoran sapi yang digunakan sebanyak 5 kg dimasukkan ke dalam karung, lalu karungnya itu dimasukkan ke dalam tong diisi air dan EM4 satu liter difermentasi selama satu bulan.
Setelah satu bulan kita aplikasikan ke tanaman dicampur dengan air 1:10 melalui akar dengan menyiram maupun disemprotkan ke daun dengan campuran 1:20.

Manfaat menggunakan pupuk bokashi cair untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman, figur batang tanaman menjadi bagus dan cepat berbuah, buahnyapun banyak serta berukuran besar, ujar Widianto.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini