Teknologi EM Lestarikan Dan Tingkatkan Mutu Lingkungan

0
146
Proses membuat pupuk organik cair dari limbah buah dengan bioaktivator EM4.

Teknologi Effective Microorganisms (EM) hasil temuan Prof. Dr. Teruo Higa, guru besar bidang hortikultura University of The Ryukyus Okinawa, Jepang  tahun 1980, melalui hasil penelitian selama 12 tahun berujung pada misi besar untuk kelestarian dan melestarikan lingkungan.

“Pengembangan pertanian organik berbasis teknologi EM4 identik dengan gerakan pertanian  ramah lingkungan kembali ke alam dengan lingkungan yang lestari dan meningkatkan mutu lingkungan,” kata Instruktur EM4 pada Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali, Ir. I Gusti Ketut Riksa.

Ia melatih pertanian organik dari berbagai daerah di Indonesia untuk yang mencapai ribuan orang untuk dikembangkan di daerahnya masing-msing guna menghasilkan bahan pangan yang sehat dan melimpah memenuhi kebutuhan masyarakat dan konsumen yang cenderung terus meningkat. Pertanian organik sentuhan EM menghasilkan bahan pangan yang aman dan sehat berdampak terhadap meningkatnya umur harapan hidup.

Ia yang juga Staf Ahli PT Songgolangit Persada menambahkan, pertanian organik yang ramah lingkungan menghasilkan produksi tanaman berkelanjutan, dengan cara memperbaiki kesuburan tanah melalui penggunaan sumberdaya alami seperti mendaur ulang limbah pertanin organik.

Gulma, hama dan penyakit tanaman dikelola melalui pergiliran tanaman, pertanaman campuran, bioherbisida, insektisida organik yang dikombinasikan dengan pengelolaan tanaman yang baik.

Pupuk anorganik yang selalu digunakan petani dapat diganti dengan pupuk organik yang dapat dibuat sendiri dari bahan-bahan alami seperti penggunaan pupuk bokasi yang dapat dibuat dari bahan jerami dan sampah rumah tangga sentuhan EM.

Gusti Ketut Riksa menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian, jika pertanian organik dapat dilaksanakan dengan baik, dapat memulihkan tanah yang “sakit/kritis” akibat penggunaan bahan kimia petanian secara terus menerus.

Hal itu terjadi jika fauna tanah dan mikroorganisme yang bermanfaat dipulihkan kehidupannya, dan kualitas tanah dapat ditingkatkan dengan pemberian bahan organik, maka akan terjadi perubahan sifat fisik, ke arah keseimbangan, tutur Gusti Ketut Riksa.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini