Babinsa Hadiri Pelatihan Tani Buat Pupuk Bokashi Sentuhan EM

0
80
Suasana pelatihan pembuatan pupuk organik dengan bahan dasar limbah cucian beras yang difermentasikan dengan katalisator EM4.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1626-03/Tembuku, Peltu Kadek Somenada secara rutin melaksanakan kegiatan menjalin komunikasi dan motivasi Kamtibmas di wilayah kerjanya di Desa Tembuku Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali.

Peltu Kadek Somenada menghadiri sekaligus pendampingan kegiatan Pelatihan Tani Desa Tembuku bersama aparat desa dan masyarakat membahas materi yang disampaikan Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Fakultas Fertanian Universitas Udayana (Unud).

Pembahasan tersebut menyangkut mengenai dan cara pembuatan pupuk organik dengan bahan dasar limbah cucian beras yang difermentasikan dengan katalisator microorganisme Effective Microorganisms (EM4) pertanian, guna mengurangi pencemaran lingkungan dan kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk kimia.

Pembuatan pupuk Bahan organik kaya akan sumber hidup (Bokashi) untuk tanaman yang belokasi di lingkungan pekarangan perumahan di wilayah Desa Tembuku, Kabupaten Bangli.

Materi dari nara sumber dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dinas Pertanian Kecamatan Tembuku, Dewa Made Mertha, SP tentang pembuatan pestisida nabati dan ramah lingkungan dengan bahan- bahan tanaman yang ada di lingkungan masyarakat sekitarnya.

Fungsi dari pembuatan pestisida tersebut untuk menghindari hasil tanaman tidak terkontaminasi zat kimia/racun yang dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Dusun Penida Kaja, Desa Tembuku, dihadiri pula oleh Prebekel Tembuku I Ketut Mudiarsa, Nara sumber KKN Unud dari Fakultas Pertanian, Theo Yeremia, PPL Desa Tembuku I Wayan Sudaster, Staf Desa Tembuku, Kadus Penida Kaja, Kader PKK sedesa Tembuku dan mahasiswa KKN Unud

Di tempat terpisah Dandim 1626/Bangli Letkol Arh. Sutrisno S.Sos menekankan, Babinsa harus selalu melekat dan wajib untuk menghadiri kegiatan yang ada di tengah masyarakat, baik bersifat kegiatan sosial, keagamaan ataupun pertemuan atau rapat dengan aparatur Desa.Seperti yang diulas web lintasdaerahnews.com

“Hal itu untuk menjalin hubungan yang harmonis antara TNI dan masyarakat, serta dapat memperkuat birokrasi unsur pemerintahan desa, mengingat tanpa bantuan dan peran masyarakat tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya “, tegas Dandim.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini