Masyarakat Bali Militan Terhadap Herbal-Pupuk Organik

0
150

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Grup, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr menilai, masyarakat Bali yang menghuni Pulau Dewata jumlahnya 3-4 juta jiwa, umumnya sangat militan atau agresip terhadap produk-produk Ramuan Pak Oles.

“Selain produk herbal untuk memelihara dan menjaga kesehatan tetap prima dalam menekuni aktivitas kesehatan, masyarakat setempat juga bersemangat memanfaatkan pupuk organik Bokashi Kotaku maupun pupuk hayati Effective Microorganisms 4 (EM4) untuk menyuburkan tanah dan tanaman, guna menghasilkan bahan pangan yang aman untuk kesehatan,” kata Pak Oles ketika memberikan Dharma Wacana serangkaian kegiatan Tirtayatra melibatkan ratusan karyawan/ti beserta keluarga besar perusahaan ke Pura Kehen Bangli dan Pura Gunung Kawi, Gianyar, baru-baru ini.

Ia menambahkan, masyarakat Bali umumnya tetap solid dan bersemangat mengembangkan pertanian organik berbasis teknologi EM maupun memanfaatkan pupuk organik Bokashi Kotaku yang terbukti ampuh meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman sehingga mampu meningkatkan produksi yang melimpah.

“Hal itu merupakan power dari dalam yang perlu terus dipelihara, sehingga kekuatan-kekuatan atau kelemahan yang ada di luar Bali seperti konflik, kerusuhan, demo dan lain sebagainya tidak berpengaruh di Pulau Dewata,” harap Dr. Wididana, alumnus Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang (1987-1990).

Ia yang juga Direktur Utama PT Songgolangit Persada agen tunggal yang memproduksi dan menjual EM4 pertanian, EM4 perikanan, EM4 peternakan dan EM4 pengolahan limbah ke seluruh daerah di Indonesia yang mendapat lisensi dari EMRO Jepang.

“Bali yang memiliki kekuatan seperti itu, dari sinilah pula kita harus belajar utuk terus memelihara dan mengembangkan kekuatan itu menjadi kekuatan yang ampuh dalam memajukan usaha bisnis yang kita geluti,” harap Pak Oles.

Dr. Wididana yang akrab disapa Pak Oles setelah menyelesaikan pendidikan Program pascasarjana (S-2) di Jepang, tahun 1990 mengadopsi teknologi Effective Microorganisms (EM) dan segera mendirikan pabrik pupuk organik pertama di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.

Sejak Indonesia mengadopsi teknologi yang mudah, murah. hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan itu mulai membentuk wadah dengan mendirikan PT. Songgolangit Persada (SLP) yang mengelola pabrik EM, mengurus izin, melakukan penelitian, pendidikan dan latihan kepada para petani dan masyarakat umum tentang pertanian organik.

Pabrik EM yang awalnya hanya satu unit di Bojong Gede, Jawa Barat dalam perkembangnnya hingga kini bertambah menjadi empat unit pabrik yang terdiri atas dua unit di Pulau Jawa dan dua unit tersebar di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng dan Desa Bantas, Kabupaten Tabanan.

Dari empat lokasi pabrik EM tersebut tiga diantaranya sudah melakukan perluasan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sedangkan pabrik EM pertama yang dibangun di Bojong Gede, Jawa Barat kini perkembangan masyarakat sekitarnya sangat pesat sehingga tidak memungkinkan untuk mendapatkan lahan untuk melakukan perluasan pabrik. Kondisi itu disiasati dengan membangun pabrik EM baru atau pabrik EM yang ke-4 di kawasan Industri Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat yang secara resmi telah beroperasi sejak awal Agustus 2022.

Demikian pula perluasan pabrik EM di Desa Bengkel, Busungbiu, Buleleng dan Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengantisipasi permintaan pupuk organik di Indonesia semakin meningkat.
Pemasaran EM4 produksi dari ke empat unit pabrik itu mengunakan jaringan distribusi toko-toko pertanian, peternakan, perikanan dan poultry shop yang selanjutnya menjual dan mendistribusikan kepada masyarakat, petani, nelayan dan peternak di seluruh wilayah Indonesia.

Masyarakat luas di Indonesia diharapkan dapat menggunakan EM dalam aktivitas keseharian untuk bidang pertanian, perikanan, peternakan dan mengatasi limbah, karena EM harganya sangat murah dan mendukung kelestarian lingkungan.
Pihaknya mempunyai filosofi untuk sedapat mungkin membantu petani, peternak, perikanan dan masyarakat luas untuk mengusahakan, mengembangkan dan budidaya dengan biaya semurah mungkin.

Mengaplikasikan EM4 untuk semua jenis sangat mudah, karena dalam kemasan botol satu liter sudah tertera secara jelas takaran, petunjuk dan cara dalam memanfaatkannya. Berkat berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan dalam pengembangan teknologi EM di Indonesia, dari ratusan negara yang menerapkan teknologi hasil temuan Prof. Dr. Teruo Higa di berbagai negara di belahan dunia, Indonesia menempati posisi terdepan dalam memanfaatkan teknologi EM berkat keseriusan, kerja keras dan kebersamaan dengan semua pihak.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini