Dr. Wididana: Perubahan Prilaku Penekun Yoga Dirasakan Orang Sekitar

0
167
Suasana latihan kelas yoga Bikram, di yoga room, Jl. Letda Kajeng, Denpasar.

Seorang penekun yoga-Qigong bisa dinilai dan dirasakan atas perubahan terhadap prilaku dirinya oleh orang-orang dekat/teman sekitarnya bahwa dia semakin sabar, rileks, meskipun mengalami masalah berat namun masih bisa tersenyum.

“Yoga itu rileks, seimbang. Jadi kalau kita sudah sering rileks meskipun kita tidak merasakan, tapi orang lain yang dekat dengan anda akan sangat merasakan,” tutur Instruktur Yoga Internasional yang juga penggagas dan pencipta Yoga Keseimbangan dan Keberaniaan (Semberani), Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr.

Ia yang juga Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer, sebuah perusahaan swasta nasional yang berbasis obat-obatan tradisional merupakan terbesar di Bali mengatakan hal itu ketika melatih yoga kepada karyawan-ti di ruang Yoga Room Jalan Letda Kajeng, Yangbatu Kangin Denpasar.

Terhadap perubahan prilaku menyangkut rileks dan kesabaran setelah menjalani gerakan yoga secara berkesinambungan lebih banyak dirasakan oleh orang sekitarnya, sementara yang bersangkutan merasa biasa-biasa saja.

“Kalau kita tidak melaksanakan yoga cepat marah, tapi kalau kita melakukan yoga tetap bisa melakukan instrospeksi diri dengan menjaga jarak, dengan orang agar tidak marah, kita rileks,” tutut Pak Oles.

Rileks merupakan salah satu cara melatih badan agar nyambung dengan pikiran, bodi dan jiwa bisa terlihat abstrak, namun kita tidak bisa menebak pikiran orang lain.

Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, tubuhnya lebih dulu disehatkan, karena tubuh yang tidak sehat tidak bisa menampung pikiran/tidak bisa melaksanakan pikiran. Misalnya, kaki kita ini tidak bisa jalan, meskipun sudah diperintah otak masih tidak mau jalan, karena tidak nyambung, jadi tubuh dulu yang harus sehat.

Agar tubuh selalu sehat, perlu secara berkesinambungan melakukan kegiatan olahraga yoga, makan, menghirup oksigen, gaya hidup (bacaan) dan pertemanan yang semuanya itu menjadikan sehat, rileks, tubuh dan pikiran menjadi enerjik.

Tubuh dan pikiran yang enerjik berkat tubuh kita lebih dulu dilenturkan dengan gerakan yoga dan olah napas. Setelah tubuh sehat, pikiran menjadi sehat baru jiwanya sehat ke dalam, yakni tubuh bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan bukan dokter atau orang lain, kata Pak Oles.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini