DPW GWS Bali-YPKI Gelar Penyuluhan Tumor dan Kanker

0
117
Suasana acara Penyuluhan Kesehatan tentang Kanker dan Tumor bertempat di Sekretariat DPW GWS Provinsi Bali Denpasar.

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Provinsi Bali bersinergi dengan Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia (YPKI) Cabang Bali mengadakan penyuluhan kesehatan tentang tumor dan kanker bagi pengurus dan anggota organisasi sosial tersebut di sekretariat Jalan Letda Kajeng No. 21 D Denpasar, Jumat petang (24/11).

Ketua DPW GWS Provinsi Bali, Komang Dyah Setuti, S.Sn., M.I. Kom ketika membuka kegiatan penyuluhan tentang tumor dan kanker dengan pembicara utama Saparwadi dari YPKI Cabang Bali merupakan salah satu kegiatan dalam menyambut Hari Ibu, yang jatuh pada 22 Desember mendatang.

Penyuluhan kesehatan tentang tumor dan kanker bagi pengurus dan anggota organisasi sosial tersebut sengaja dimajukan, karena kegiatan yang cukup padat, termasuk merencanakan kegiatan sosial untuk menyerahkan bantuan kepada Yayasan Peduli Kanker Anak Bali di Jalan Pulau Flores VII/No. 3A Denpsar.

Komang Dyah Setuti dan pengurus lainnya sebelumnya sudah pernah menyerahkan bantuan sembilan kebutuhan bahan pokok (sembako) kepada Yayasan Peduli Kanker Anak Bali di Jalan Pulau Flores VII/No. 3A Denpasar tersebut yang memfasilitasi rumah singgah bagi pasien penderita kanker beserta orang tuanya dari sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kunjungan sosial yang kedua sambil menyerahkan bantuan sembako dan kebutuhan mendesak lainnya bagi YPKI Cabang Bali rencananya segera akan dilakukan, semoga dapat terlaksana dengan baik dan lancar, harap Komang Dyah Setuti. Sementara Pembicara Utama, Saparwadi pada kesempatan tersebut menggaris bawahi, tujuan pengobatan tumor dan kanker bukan untuk penyembuhan, namun meminalisir komplikasi dan memperpanjang usia harapan hidup.

Jika gejala awal sejak dini tumor dan kanker dapat dideteksi dengan baik peluang sembuh menjadi semakin besar, apalagi masyarakat mau memeriksakan diri ke rumah sakit sebelum muncul gejala.

Perawat Saparwadi sempat menanyakan kepada puluhan ibu-ibu di depannya bagaimana kesannya apa yang terlintas ketika mendengar penyakit kanker, secara serempak bersamaan menjawab mengerikan dan sulit disembuhkan.

Ia pun segera menyempurnakan jawaban dari ibu-ibu yang melihat penderita kanker stadium lanjut saat menyerahkan bantuan sembako kepda YPKI Cabang Bali beberapa waktu lalu.

Jika penderita tumor atau kanker stadium awal kondisi kesehatannya masih sama tidak ada bedanya dengan kita yang sehat walapiat. Penyakit kanker adalah perubahan sel normal di tubuh menjadi tidak normal karena berbagai faktor.

Penyakit kanker berawal dari tumbuhnya tumor atau benjolan. Tumor atau benjolan dibedakan menjadi dua yakni tumor jinak dan tumor ganas. Untuk tumor jinak, benjolan yang jinak pertumbuhannya lambat sering kali tidak terasa sakit.

Kondisi ini membuat banyak masyarakat cenderung mengabaikan atau membiarkan tidak menangani dengan segera, padahal jika tumor awalnya jinak dibiarkan diabaikan dikhawatirkan dikemudian hari berubah sifat menjadi tumor ganas. Jika sebelum ganas itu ditangani dengan baik di rumah sakit, peluang untuk sembuh seperti sendiakala sangat besar, tutur Saparwadi.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini