Gusti Nyoman Sila menunjukkan umbi keladi yang baru berumur 6 bulan yang dibudidayakan secara organik sentuhan EM4 dengan hasil yang sangat memuaskan.

Tanaman padi, palawija dan komoditas lainnya di hamparan lahan sawah yang luas tampak tumbuh subur, sehat dan menghijau berkat pemeliharaan danperawatan intensif dengan sentuhan pupuk hayati Effective Microorganisms (EM4).

Lahan sawah, perkebunan dan kehutanan yang didominasi oleh mikroba menguntungkan berkat pengembangan pertanian organik berbasis EM, teknologi yang mudah, murah, hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Demikian pula hamparan sawah yang ditanami padi dengan pupuk Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hidup (Bokashi) tumbuh subur dan saat panen daun benderanya masih hijau, seperti yang dituturkan Staf Ahli PT Songgolangit Persada, Ir. I Gusti Ketut Riksa yang juga instruktur EM pada Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali.

Sosok pria enerjik yang telah berusia 80 tahun hinga kini tetap masih menekuni pertanian organik di sekitar lingkungan pemukimannya di Dalung, Kabupaten Badung untuk penghasilkan bahan pangan kebutuhan keluarga.
Pertanian organik lebih unggul dalam melestarikan kesuburan lahan, tingkat kesuburan tanah sangat tergantung pada jumlah biota yang terkandung di dalam tanah, termasuk mikroorganisme.

Kalau dihitung secara rinci dalam satu sendok (enam gram tanah) yang subur mengandung mikroba yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah penduduk dunia. Setiap satu are (100 meter persegi) tanah yang subur mengandung setengah ton mikroba, satu ton cacing tanah dapat menghasilkan bekas cacing (kascing) berhumus.

Mikroba memiliki power penting di dalam tanah, karena tanah yang subur menumbuhkan tanam yang bernutrisi tinggi. Tanaman yang memiliki nutrisi tinggi, jika dijadikan bahan pangan yang kemudian dikonsumsi manusia akan memberikan kesehatan dan umur panjang.

Demikian pula pertanian organik berbasis teknologi EM akan mampu menciptakan kesuburan lahan, dengan memasukkan mikroba ke dalam tanah akan terjadi pengayaan nutrisi dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.

Mineral mikro sangat diperlukan oleh tanaman, sedangkan pemupukan padi dan tanaman budidaya lainnya belum pernah menggunakan unsur mikro yang beragam.

Keunggulan pertanian organik tidak perlu disangsikan. Dalam alam yang terlanjur tercemar, sangat sulit untuk mewujudkan produk pertanian yang murni organik. Namun upaya ke arah itu harus tetap mendapat prioritas, para peneliti memacu sistem kerja yang sesuai kerja alam guna lebih memacu hasil produksi yang alami.

Hasil kerja alam telah terbukti berabad-abad lamanya untuk memberikan kesehatan kepada umat manusia secara fisik dan spiritual,

Tanaman organik sebenarnya jauh lebih kebal terhadap serangan hama dan penyakit dibandingkan tanaman yang dikelola secara kimiawi. Tanaman konvensional kondisinya sukulen atau berair, disenangi dan gampang diserang hama penyakit.

Hal itu berbeda dengan pertanian organik berbasis teknologi EM yang bisa menciptakan kekebalan, berkat di dalam tubuh tanaman organik mengandung polyfenol, antara lain yang disebut fenolat yakni memberikan kekebalan.

Libatkan masyarakat dunia

Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr agen tunggal di Indonesia untuk memproduksi dan menjual EM4 pertanian, EM4 perikanan, EM4 peternakan, EM4 perikanan dan EM4 limbah ke seluruh provinsi di Indonesia yang mendapat lisensi dari EMRO Jepang tahun 1990.

Sosok pria enerjik kelahiran Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng setelah menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana (S-2) Faculty Africulture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang (1987-1990) pulang ke Indonesia langsung mengantongi sertifikat EM sekaligus membawa lisensi untuk mendirikan pabrik EM.

Kondisi saat itu tidak memungkinkan mengembangkan teknologi baru tanpa memiliki pabrik. Setelah pabrik EM pertama didirikan di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat dan berproduksi dengan baik dan lancar hingga kini telah diperluas dan ditingkatkan kapasitasnya produksinya menjadi empat unit dua unit di Jawa dan dua unit di Bali untuk memenuhi kebutuhan pasar akan pupuk organik dalam negeri.

Ayah dua putra dan dua putri itu melakukan terobosan dan pola baru dalam memproduksi dan memasarkan EM4 ke seluruh Nusantara dengan membentuk kelompok tani, kelompok ternak, kelompok ikan dan mengajak para tokoh yang dinilai kooperatif untuk bersama-sama mengembangkan teknologi EM di Indonesia.

Terobosan yang dilakukan suami dari Ni Komang Dyah Setuti, S.Sn, N.I,Kom dalam mengembangkan teknologi EM yang dinilai berbagai kalangan memang dapat diacungi jempol, Berbagai produk olahan juga dapat diproduksi antara lain Minyak Oles Bokahi, minyak hebal asli Bali yang mempunyai multi khasiat untuk meringankan pegal linu, meredakan bisul, gatal dan bengkak akibat gigitan serangga serta sebagai mandi campuran rempah diproses dengan teknologi EM oleh Industri Obat Tradisional PT Karya Pak Oles Tokcer.

Teknologi EM menurut Dr. Wididana adalah Visi besar Mokichi Okada membangun pertanian organik tanpa menggunakan Pupuk kimia dan pestisida kimia. Visi tersebut dipraktikkan langsung oleh Prof. Dr. Teruo Higa, guru besar Bidang Hortikultura University of The Ryukyus Okinawa Jepang, tempat Pak Oles menyelesaikan studi di negeri Sakura.

Dengan menerapkan hasil temuan:EM Teknologi, yaitu teknologi yang menggunakan mikroorganisme efektif (yang menguntungkan) ke dalam tanah, untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki kualitas tanah, menyehatkan tanaman dan meningkatkan produktivitas tanaman.

Menurut pakar pertanian organik Indonesia Dr. Wididana, sejak tahun 1989, peneliti pertanian organik yang tergabung dalam organisasi APNAN (Asia Pasific Natural Agriculture Network) secara aktif meneliti Teknologi EM untuk pertanian, dan mereka mulai mempraktikkan Teknologi EM di lahan dan kebun pertanian di tingkat petani, perusahaan dan pemerintah.

Perjuangan APNAN dalam meneliti, menyeminarkan hasil penelitian dan melatih Teknologi EM sejak 1989, yang disponsori oleh EMRO (EM Research Organization), INFRC (International Nature Farming Research Center), dan Saraburi Kyusei Farming Center.
Dengan kegigihan Prof. Teruo Higa meneliti dan mengembangkan Teknologi EM ke seluruh dunia melalui penelitian dan pengembangan, sejak tahun 2010, Teknologi EM sudah menyebar ke lebih dari 100 negara dan sudah diterapkan dalam berbagai bidang, seperti : pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan, kesehatan manusia.

Saraburi Kyusei Farming Center adalah lembaga pelatihan pertanian organik dengan Teknologi EM, yang menjadi pusat pelatihan dan percontohan pertanian organik untuk daerah Asia-Pasifik.

Lebih dari 100 petani yang tergabung dalam organisasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) telah mengikuti latihan pertanian organik ke Saraburi Kyusei Nature Farming. Saraburi Kyusei Nature Farming Center juga telah melatih ribuan petani, pemerhati pertanian, peneliti, ilmuwan dan birokrat (pemerintah) dari seluruh dunia sejak tahun 1989.

Untuk lebih banyak melatih petani dengan Teknologi EM, maka didirikanlah EM Training Center di Bali pada tahun 1997, yang bernaung di bawah lembaga Institut Pengembangsn Sumbet Daya Alam (IPSA) Bali di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

Bali merupakan daerah tujusn wisata dunia, maka Teknologi EM menjadi semakin dikenal dan mudah dikenal untuk bisa dilihat langsung lahan.pertaniannya sebagai tempat agrowisata. Pada 21-23 Juli 2016 dilangsungkan pertemuan APNAN melibatkan utusan dari 17 negara dengan 60 peserta di hotel Bali Beach, Sanur, untuk saling bertukar informasi ilmiah, ilmu dan pengalaman antar wakil dari negara pengembang Teknologi EM.

Peserta pertemuan tersebut juga melakukan kunjungan lapangan ke kebun pertanian organik di IPSA dan ke daerah wisata pertanian organik di Bali. Perjuangan tak kenal lelah dari Prof. Teruo Higa memperkenalkan Teknologi EM dan Mokichi Okada memperkenalkan Kyusei Nature Farming membuahkan hasil.

Teknologi EM dan Kusei Nature Farming menyebar dan dipraktikkan di berbagai Negara belahan dunia. Teknologi EM telah dipraktikkan oleh petani berdasarkan filosofi Mokichi Okada: “Membangun pertanian yang sehat, lestari dan menguntungkan bagi petani dan konsumen.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini