Intelektual dan Tukang Minyak

0
110
Mas Ruscitadewi, Adalah Sastrawan dan Alumnus Program S-3 Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Oleh: Mas Ruscitadewi *)

Suatu hari seorang intelektual yang hebat dan terkenal mendatangi temannya seorang pembuat minyak. Sang Intekektual kesal karena mengganggap temannya itu dan orang-orang lain tak sehebat dan secerdas dirinya, karena terlalu banyak mengkhayal, dan menjadi pemuja Sanghyang, Dewa dan Bhatara yang dungu.

Sang Intelektual. Kalian para pengkhayal dungu, mudah ditipu. Kalian memuja Sanghyang, Dewa, Bhatara yang kalian sebut manifestasi Sanghyang Widhi, Tuhan. Kalian pernah melihat, mendengar, menyentuh? Kalian akan mengatakan, “kami merasakannya”. Apakah seperti rasa asin, manis, pahit atau asam? Tidak kan, yang kalian sebut rasa itu tak ada, hanya tercipta dari khayalan para dungu.

Tukang Minyak. Khayalan tercipta dari keinginan dan pikiran. Apakah kamu sedang berkhayal untuk hadir sebagai intelektual yang lahir dari buah perkawinan bapak ibumu, yang tinggal di suatu tempat? Yang tidak bisa kau lihat, kau dengar, kau sentuh, bisa jadi dilihat, didengar dan disentuh orang lain.

Apakah yang melihat, mendengar, menyentuh kau sebut pengkhayal dungu, bukankah yang tak melihat, mendengar dan merasakan sentuhan adalah buta, tuli dan mati rasa? Tak apa kau tak melihat, mendengar, merasakan, mungkin itu pilihanmu, atau mungkin bentuk dari keenggananmu untuk lebih membuka mata, menajamkan telinga dan sentuhanmu.

Kau memandangku, kau bicara, dan mengungkapkan pendapatmu. Hal itu tak bisa dilakukan oleh bangku yang sedari tadi kau duduki. Ada sanghyang atma, jiwa, roh dalam dirimu yang tak dimiliki oleh bangku itu. Tetapi jika setiap saat bangku itu beri perhatian, kau puja, kau hormati karena telah memberikan kenyaman dalam hidupmu, bangku itu juga bisa menjadi Sanghyang Bangku. Dewa adalah sinar suci, tak apa kau tak bisa melihatnya.

Tetapi kau hanya perlu menyadari bahwa sinar itu ada dalam setiap benda dalam setiap mahluk, dalam mikrokosmos juga dalam makrokosmos. Sinar paling bening tercipta dari minyak yang paling bening. Minyak adalah esensi dari unsur material semua yang ada.

Minyak yang bening akan tercipta dari hasil perasan yang baik, berulang-ulang, juga dengan penyaringan. Minyak itulah Bhatara, dan cahaya yang dihasilkannya adalah Dewa.

Memang ada material yang dengan mudah diperas untuk mendapatkan minyaknya dan menghasilkan cahaya. Ada juga material yang minin kandungan minyaknya, sehingga cahaya yang dihasilkannyapun relatif kecil. Kandungan minyak ditentukan oleh kematangan bahan dan kadar airnya, pemanasan dan pembakaran akan mempercepat proses perminyakan.

*) Adalah Sastrawan dan Alumnus Program Pasca Sarjana (S-3) Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini