Dosen AKREL Lakukan Pengabdian Buat Silase Pakan Itik Sentuhan EM

0
65
Pelatihan pembuatan silase pakan itik dari limbah sayur mayur dengan sentuhan Effective Microorganisme 4 (EM4).

Akademi Komunikasi Negeri Rejang Lebong (AKREL), Provinsi Bengkulu melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat menyangkut pembuatan silase dari limbah sayur mayur untuk pakan itik di Desa Kayu Manis yang dihadiri belasan peternak itik setempat.
Pembuatan silase pakan itik dari limbah sayur mayur dengan sentuhan Effective Microorganisme 4 (EM4) peternakan dibuka oleh Nur’aini, S,Pt.,M.Pt, salah seorang perwakilan Dosen AKREL.

Pada kesempatan tersebut Nur’aini, S,Pt.,M.Pt, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Desa Kayu Manis yang antusias dan semangat mengikuti pelatihan pembuatan silase limbah sayur sebagai pakan itik.

“Kami dari tim dosen AKREL khususnya program studi (Prodi) Teknologi Produksi Ternak Unggas memberikan apresiasi kepada bapak-ibu untuk mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan silase limbah sayur sebagai pakan itik semoga dapat memberikan manfaat,” katanya.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat silase pakan ternak itik antara lain limbah sayur mayur, sentuhan EM4 Peternakan, air, gula pasir dan dedak padi.

Siapakan alat dan bahan-bahan yang diperlukan, kemudian larutkan EM4, gula pasir dan air ke dalam ember atau tong plastik sesuai dengan takaran. Kemudian masukkan limbah sayur mayur yang telah dicacah dengan ukuran kecil 3-5 cm, kemudian di angin-anginkan hingga kadar air limbah sayuran 60%.

Setelah itu cmpurkan cacahan limbah sayur sehingga rata dan dihamparkan yang telah diberi alas, siramkan larutan EM4 pada hamparan limbah sayur secara homogeny, aduk kembali limbah sayur hingga laruran EM4 tercampur secara merata.
Tempatkan limbah sayur pada ember atau tong plastik untuk fermentasi secara padat agar tidak ada rongga atau sisa udara kemudian tutup rapat-rapat hingga tidak memungkinkan udara masuk.

Kemudian letakkan ember atau tong fermentasi tersebut di tempat yang teduh selama seminggu, setelah tujuh hari dibuka dan dicermati, lakukan uji organoleptic. Hamparkan dan angina-anginkan fermentasi limbah sayur selama 10 menit dan setelah itu bisa langsung diberikan ke ternak itik sesuai kebutuhan.

Pakan ternak itik fermentasi itu bertahan cukup lama dengan nutrisi yang tinggi yang mampu meningkatkan pertumbuhan berat badan ternak. Setelah selesai praktik langsung pembuatan silase limbah sayur sabagai pakan ternak itik masyakarat juga diminta oleh tim dosen untuk mengisi kembali kuisioner post-test.

Hasil evaluasi dari kegiatan pembuatan silase limbah sayur sebagai pakan ternak itik tersebut terjadi perubahan tingkat pengetahuan, minat dan keterampilan terhadap masyakarat Desa Kayu Manis, seperti yang diulas oleh akrel.ac.id.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini