M. Fauzan sedang mengaplikasikan EM4 Perikanan ke Tambak ikan nila dan udang vaname di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Petani yang cerdas dan sukses dalam mengembangkan usaha pertanian organik adalah mereka yang selalu menggunakan pupuk hayati Effective Microorganisms 4 (EM4) pertanian dalam aktivitas kesehariannya.

“Demikian pula peternak menggunakan EM4 peternakan untuk ternak peliharaannya, pembudidaya ikan dan udang menggunakan EM4 perikanan,”kata seorang pembudidaya ikan nila dan udang vaname jenis air Tawar yang cukup sukses, M. Fauzan di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, saat menerima kunjungan tim youtube EM Indonesia offisiel.

Suami dari Nyonya Mustafidah itu mengaku, telah berpengalam selama 26 tahun sejak tahun 1997 menggunakan EM4 perikanan untuk budidaya ikan nila dan udang vaname air tawar dengan produksi yang melimpah.

Demikian pula menggunakan EM4 peranian untuk fermentasi limbah organik, kotoran ternak menjadi pupuk organik untuk pemupukan tanaman padi di wilayah Desa Morobakung, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gersik.

EM4 pertanian, EM4 peternakan, EM4 perikanan dan Tambak adalah produksi PT Songgolangit Persada merupakan produk ramah lingkungan, tidak mengandung zat kimia dan bahan berbahaya lainnya bagi kesehatan dan keselamat umat manusia.

M. Fauzan, ayah dari empat anak itu mengelola kolam seluas satu hektar yang ditaburibibit  udang vaname jenis ikan tawar digabungkan dengan ikan nila dalam waktu empat bulan siap panen dilakukan bersamaan dengan hasil ikan nila 3,5 ton dan udang vaname 600 kg dengan nilai total sebesar Rp108,2 juta.

Ia menjelaskan, sebelum penebaran bibit udang vaname pada lahan kolam seluas satu hektar sebanyak 150.000 ekor diawali dengan memasukkan air tawar hingga kolam terisi air dengan ketinggian 30 sentimeter, lalu diiisi EM4 perikanan sebanyak 10 liter.

Air kolam yang telah digenangi EM4 perikanan dan tambak itu dibiarkan sambil menunggu berkembangnya plangton sebagai makanan bibit udang dan air menjadi jernih. Setelah itu baru ditebarkan bibit udang.

Setelah tiga hari kemudian ditebarkan bibit ikan nila sebanyak 25.000 ekor. Seminggu kemudian kolam yang telah berisi bibit udang vaname dan ikan nila itu airnya ditambah lagi 20 sentimeter, sehingga kolam dengan kedalaman air 50 sentimeter.

M. Fauzan menjelaskan, air kolam dengan kedalam 50 sentimeter itu rutin dituangkan EM4 sebanyak lima liter setiap minggu, hingga totalnya selama empat bulan masa panen udang vaname dan ikan nilai menghabiskan 50 liter EM4 perikanan dan tambak.

Penggunaan EM4 bertujuan menjaga kualitas air agar tetap stabil dan jernih, karena tanpa EM air kolam selalu berubah-ubah sehingga mempengaruhi ikan yang hanya tinggal dipermukaan air.

Namun dengan EM4 air kolam menjadi jernih dan stabil, sehingga ikan dan udang lebih senang di dasar kolam. Pemanfaatan EM4 juga untuk mencampur pakan ternak sehingga pertumbuhan ikan dan udang menjadi sehat dan cepat besar, dalam waktu empat bulan siap dipanen, ujar M. Fauzan. https://linktr.ee/em4 #EM4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini