Seorang pekerja sedang menyiapkan EM4 aktif untuk mensprai tumpukan sampah, baik yang baru datang di TPS maupun yang siap untuk dipilah.

Semua sampah yang masuk dan dikelola Depo Revitalisasi Tempat pengolahan sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) Bumi Suda Lestari Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Kota Denpasar  disemprot dengan  Effective Microorganisms 4 (EM4)

“Penyemprotan menggunakan EM4 tersebut banyak memberikan manfaat yakni untuk menghilangkan bau, mengurangi lalat yang akan berkerumun di sampah, sehingga kami dapat bekerja dengan nyaman” kata Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sidakarya  yang mengelola TPS3R tersebut Wayan Tirtayasa.

Ia mengatakan, semua sampah yang diangkut dari masing-masing rumah tangga setiap harinya   mencapai 8,5 ton itu setelah disemprot baru dilakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik.

Sampah organik hasil pemilahan itu langsung dilakukan pemrosesan yakni dicacah menjadi bagian-bagian kecil, kemudian kembali disemprot dengan EM4 dan selanjutnya difermentasi selama 35 hari hingga kompos tersebut sudah menjadi pupuk Bokashi.

Pupuk Bokashi hasil pengolahan TPS3R tersebut untuk produksi perdana diberikan secara cuma-cuma kepala pelanggan sampah yang dilayani, sebagai upaya memancing kesadaran, bahwa sampah rumah tangga mereka sudah berubah menjadi pupuk ramah lingkungan yang dapat menghasilkan uang.

Pupuk organik selain dapat dijual untuk menghasilkan uang juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pertanian organik di lahan sempit di masing-masing rumah tangga perkotaan dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya kebutuhan sehari-hari.

Wayan Tirtayasa menjelaskan, penyaluran pupuk sekali, duakali diberikan secara geratis, selanjutnya mereka datang kembali untuk membeli pupuk ramah lingkungan dari bahan sampah rumah tangga yang mereka hasilkan.

Bahkan mereka menjadi pelanggan pupuk organik dari produk yang dihasilkan dari depo revitalisasi TPS3R Bumi Suda Lestari Desa Sidakarya, disamping produk pupuk tersebut disalurkan kepada mitra usaha di Tabanan yang mampu menyalurkannya lebih lanjut.

Sedangkan sampah anorganik setelah dipilah juga menghasilkan rupiah. Pihaknya menjalin kerja sama dengan pihak ketiga sekaligus menandatangani kontrak sehingga harganya tetap stabil. Kontrak kerja sama yang menyangkut harga bank sampah itu selalu diperbaharui sehingga menikmati harga yang wajar.

“Tidak ada istilah harga turun sehingga merugikan konsumen, harga barang-barang bekas yang mempunyai nilai ekonomis itu selalu stabil, dan setiap tiga bulan harga diperbaharui yang tentu menguntungkan bagi konsumen,”tutur Wayan Tirtayasa.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini