Tanaman Hewan Dan Manusia Bisa Hidup Berkat Mikroba

0
11
Staf Ahli PT. Songgolangit Persada Ir. I Gusti Ketut Riksa dalam sebuah aktivitas.

Makluk tidak kasat mata yang sempat menjadi pusat perhatian dunia di abad ke 20 karena memiliki kemampuan yang luar biasa hebat, yakni tanaman, hewan dan manusia dapat melangsungkan hidup dan kehidupan berkat adanya mikroba.

“Karena itu bumi ini bisa hidup juga berkat mikroba. Kehidupan mikroba bisa ditemui di mana-mana, mulai dari lubang kepundan, gunung merapi, dasar lautan, timbunan es kutub, semua permukaan bumi, bahkan di dalam tubuh manusia secara bersama-sama telah membentuk sebuah kehidupan,” kata Staf Ahli PT Songgolangit Persada, Ir. I Gusti Ketut Riksa.

Sosok pria enerjik yang telah berusia 78 tahun, yang juga sebagai instruktur Effective Microorganisms (EM) pada Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali menjelaskan, mikroba dapat hidup pada suhu yang tinggi, suhu rendah atau di mana saja dalam populasi dan kepadatan yang sangat tinggi.

Dalam setiap mili liter kubik udara terdapat 1.000-100.000, di tangan manusia ada 100.000-1 juta mikroba setiap meter persegi, di usus manusia sekitar 100 triliun mikroba, mulut manusia ada 10 biliun dan dalam 1 kilogram tanah terdapat 1 juta-1 biliun mikroba.

Gusti Ketut Riksa menambahkan, di bumi terdapat sekitar 3 juta spesies  makluk hidup, manusia adalah salah satu dari 4.300 mamalia, sedangkan kelompok mamalia kurang dari 0,1 persen terhadap hewan lain.

Berat total mikroba lebih dari 25 kali dari berat seluruh makluk hidup, baik yang hidup di darat maupun yang hidup di dalam air, jadi manusia itu hidup di tengah-tngah lautan mikroba.

Oleh sebab itu berperang melawan mikroba sudah waktunya diakhiri dan diganti dengan hidup yang berdampingan dengan mikroba. Kerena zaman dulu seseorang  bila berbicara tentang mikroba asosiasinya selalu pada baksil yang menjadi penyakit manusia.

Bahkan kini dikenal  dengan pemilahan mikroba berdasarkan dampak terhadap kesehatan manusia, yakni yang baik (berguna), mikroba yang merugikan ( pathoten) dan mikroba yang bersifat netral.

Mikroba yang baik bekerja sesuai proses fermentasi dan yang merugikan beraktivitas sebagai bakteri pembusuk.  Dalam keseimbangan semua jenis mikroba membentuk kehidupan di bumi. Tubuh manusia adalah bagian dari sistem alam dan usus sebagai penghubung di antara keduanya, ujar I Gusti Ketut Riksa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini