Pupuk Organik Kotoran Kambing Fermentasi EM Unggul

0
58
seorang pekerja sedang membersihkan kotoran kambing menggunakan sapu lidi di Bali Farm Banjar Kesiut, Desa Kawan Kelod Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Bali Farm pengembangan ternak kambing jenis etawa di Banjar Kesiut, Desa Kawan Kelod Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali mengolah limbah padat dan cair kotorannya menjadi pupuk organik melalui proses fermentasi teknologi Effective Microorganisms(EM4).

“Proses pengolahan limbah organik padat dan cair itu dilakukan secara terpisah antara kotoran kambing dengan air kencing melalui proses fermentasi menggunakan EM4, hasilnya pupuk organik lebih unggul,” kata Pemilik Bali Farm tersebut, Dedi Ramlan ketika menerima kunjungan dari tim youtube EM yang dipimpin Kepala Cabang Pemasaran PT Songgolangit Persada Bali Irkham Rosidi.

Ia menjelaskan, limbah padat dan cair yang diolah menjadi pupuk padat dan cair berasal dari kotoran kambing sebanyak 70 ekor hasil pengembangbiakan dalam weaktu setahun, yang awalnya hanya 15 ekor bibitnya mendatangkan dari Jawa Tengah.

Pupuk organik bokashi hasil fermentasi itu mulai dijual dan banyak telah dimanfaatkan masyarakat, khususnya petani sekitarnya untuk pemupukan tanaman sayur mayur, tanaman hias dan jenis tanaman hortikultura lainnya.

Pupuk organik yang mengandung unsur hara makro dan mikro mudah diserap oleh akar tanaman karena praktis dan aman bagi lingkungan, mampu meningkatkan kegemburan tanah dan meningkatkan hasil produksi pertanian.

Demikian pula pupuk cair organik dari urin ternak kambing yang difermentasi dengan EM4 juga telah dimanfaatkan oleh petani setempat. Dengan proses fermentasi bantuan EM4 limbah organik padat dan cair setelah fermentasi selama tiga minggu sudah langsung dapat dimanfaatkan untuk pemupukan.

Hal itu sangat praktis, karena tanpa fermentasi bantuan EM4 limbah padat dan cair itu membutuhkan waktu untuk pembusukan 4-5 bulan, kalau kotoran kambing dan kencing yang masih segar langsung digunakan untuk pemupukan menjebabkan tanaman menjadi mati.

Oleh sebab itu dengan melakukan fermentasi menggunakan EM4 limbah organik padat dan cair langsung dapat digunakan untuk pemupukan berbagai jenis tanaman pertanian, perkebunan dan hortikultura.

Tanaman yang dipupuk dengan pupuk organik fermentasi dari limbah kotoran kambing maupun air kencing menjadi subur luar biasa, aplikasi di lapangan hanya membutuhkan waktu seminggu tanaman sudah ada perubahan yakni daunnya mulai menghijau, tutur Dedi Ramlan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini