Dr. Wididana, Menjawab Pengembangan Pertanian Organik Indonesia

0
49
Gede Ngurah Wididana menunjukan tanaman sayur hijau yang tumbuh subur dengan aplikasi Em4 di rooftop kantor.

Pertanian organik di Indonesia tahun 1992 atau tiga puluh tahun yang silam masih merupakan barang aneh dan langka, karena sangat sedikit orang yang berpikir ke sana, apalagi mengembangkannya.

Beruntung sekali, Gede Ngurah Wididana, pria kelahiran Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng yang akrab disapa Pak Oles belajar di University of The Ryukyus, Okinawa,Jepang, langsung belajar ilmu pertanian organik selama tiga tahun (1987-1990), di bawah bimbingan Prof. Dr. Teruo Higa, Pak Oles berhasil menyelesaikan program Master ilmu pertanian, dan membawa Teknologi Effective Microorganisms (EM) sebagai senjata ilmu pertanian organik.

Pada 1990 belum banyak ahli pertanian yang meneliti tentang pertanian organik dan teknologi EM, maka harus dibuktikan dulu kebenaran dan keunggulan teknologi tersebut. Untuk tujuan tersebut, Pak Oles mendirikan Yayasan Pertanian organik kyusei untuk membangun kerjasama pelatihan pertanian organik dengan Kementerian Pertanian, Badan Pendidikan dan Pelatihan Pertanian, untuk melatih petani dengan memberikan penyuluhan tentang pertanian organik.

Kerja sama pelatihan tersebut telah berhasil melatih petani lebih dari 1.000 orang petani, dan juga memberikan.pelatihan untuk menjadi pelatih (Training of Trainer), dan berhasil melatih lebih dari 100 pelatih pertanian organik di pusat pertanian organik Kyusei di Thailand.

Seiring dengan meningkatnya minat petani untuk berlatih pertanian organik, Pak Oles mendirikan pusat pelatihan pertanian organik di bawah Yayasan Instittut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) di Desa Bengkel, Buleleng, Bali, pada tahun 1997, dan telah berhasil melatih lebih dari 10 ribu petani, pemerhati dan praktisi pertanian organik dalam kurun waktu 20 tahun.

Perjuangan Pak Oles untuk memajukan pertanian organik mulai terlihat sejak 2010. Usaha tersebut bisa berhasil karena keseriusan dan ketekunan Pak Oles untuk terus fokus memajukan pertanian organik.

PT. Songgolangit Persada merupakan badan usaha yang ditunjuk langsung dari EMRO (EM Research Organization), Jepang untuk memproduksi produk Teknologi EM, yang dikenal dengan EM4, sejak 1995. Secara perlahan namun pasti, dari perjuangan pengenalan Teknologi EM dari petani tingkat bawah, sekarang sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas, oleh petani, peternak, perikanan dan pengolahan limbah.

Pulau Bali merupakan etalase pertanian organik, bisa digunakan sebagai contoh keberhasilan penerapan pertanian organik, karena didukung oleh masyarakatnya yang memegang teguh budaya trihita karana, keseimbangan alam-manusia dan Tuhan, untuk mewujudkan kebahagiaan manusia dengan menjaga lingkungan/ alam.

Salah satu langkah nyata untuk menjaga alam adalah dengan Teknologi EM, membuat pupuk organik, mengurangi racun kimia pertanian, mengolah sampah dengan Teknologi EM. Pertanian organik bisa digunakan sebagai strategi untuk mewujudkan pariwisata, yang dikenal sebagai agrowisata.

Produk-produk pertanian organik, khususnya sayur, beras dan biji-bijian, serta protein hewani sangatlah diminat konsumen, walau harganya lebih mahal daripada produk pertanian biasa. Harga produk pertanian organik yang lebih mahal tersebut disebabkan karena kualitas produk yang lebih bagus dan juga ketersediaan produk yang lebih langka.

Oleh katena itu ada peluang yang sangat besar untuk mengembangkan pertanian organik untuk menjadi bisnis unggulan. Bali yang sudah lebih dulu maju dengan penerapan pertanian organik, yang bisa memadukan pertanian organik dengan pariwisata, industri makanan, kesehatan, kecantikan dan kebugaran, akan menjadi kiblat penerapan peratanian organik di Indonesia.

Teknologi EM yang diperkenalkan Pak Oles dari Jepang mulai dilihat sebagai peluang industri pertanian baru, yang ramah lingkungan dan menguntungkan. https://linktr.ee/em4 #EM4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini