Lebih Dari Seratus Negara Terapkan Teknologi EM

0
65
Sejumlah pekerja sedang menaikan produk EM4 ke dalam mobil yang siap didistribusikan ke pelanggan.

Prof. Dr. Teruo Higa, guru besar bidang hortikultura University of The Ryukyus Okinawa, Jepang berhasil menciptakan Effective Microorganisms (EM) teknologi yang mudah, murah, hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan pada tahun 1980.

Lebih dari 100 negara di belahan dunia kini telah menerapkan teknologi EM dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan, industri dan kesehatan, kata Manajer Pak Oles Green School di Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar, Ir. Koentjoro Adijanto.

Teknologi EM adalah produk yang ramah lingkungan dari EM Research Organization (EMRO) Jepang yang mencapai efek sinergis dengan menggabungkan mikroorganisme yang menguntungkan yang ada di alam.

Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede ngurah Wididana, M.Agr setelah menyelesaikan program pendidikan Pascasarjana (S-2) Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang tahun 1990 pulang ke tanah air dengan mengantongi sertifikat EM sekaligus membawa lisensi untuk mendirikan pabrik EM di Indonesia.

Kegiatan pengembangan teknologi di Indonesia itu diawali dengan pengenalan teknologi dan formula EM, membuat leaflet, menyebarkan brosur, membuat proyek percontohan (denplot), mengadakan diskusi melibatkan berbagai kalangan, menberikan pelatihan dan penyuluhan kepada para petani dan masyarakat luas.

Berbagai perguruan tinggi dan birokraksi di berbagai kota besar di Indonesia, sempat didatangi Gede Ngurah Wididana untuk memperkenalkan teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Berbagai terobosan dan pola baru dalam memproduksi dan memasarkan EM4 ke seluruh Nusantara dengan membentuk kelompok tani, kelompok ternak, kelompok ikan dan mengajak para tokoh yang dinilai kooperatif untuk bersama-sama mengembangkan teknologi EM di Indonesia.

Pabrik EM yang awalnya hanya satu unit didirikan di Bojong Gede, Jawa Barat kini berkembang menjadi empat unit pabrik yang terdiri atas dua unit di Jawa dan dua unit lagi di Bali

Koentjoro Adijanto yang akrab disapa Pak Yoyok menjelaskan, pProduk EM yang dihasilkan terdiri atas EM4 pertanian, peternakan, perikanan dan EM4 limbah yang masing-masing mempunyai manfaat, dengan harga yang terjangkau kini sudah dimanfaatkan masyarakat dan berbagai kalangan di berbagai daerah nusantara.

Effective Microorganisms 4 (EM4) pertanian mempunyai manfaat untuk pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mikroorganisme fermentasi bahan organik tanah, membantu menyuburkan dan meningkatkan produksi tanaman serta menyehatkan tanah.

EM4 dapat diaplikasikan untuk membuat pupuk organik bokashi padat, bokashi cair, membuat Fermented Plant Ekstrak (FPE) aau juga disebut ekstrak tanaman obat/pestisida organik.

Sedangkan EM4 peternakan bermanfaat sebagai zat tambahan pakan yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan ternak dan efisiensi penggunaan pakan, dapat diaplikasikan melalui air minum untuk ternak. pakan ternak, sanitasi kandang, mencegah bau, membuat jamu ternak dan membuat pakan alami.

EM4 perikanan dan tambak mempunyai manfaat untuk memperbaiki mutu air, menguraikan bahan-bahan sisa pakan, kotoran menjadi senyawa organik yang bermanfaat, menekan mikroorganisme patogen, membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi serta menekan hama dan penyakit yang ada di dalam tambak.https://linktr.ee/em4 #EM4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini