Abdul Bazir Sukses Ternakkan Kambing Berkat EM4

0
61
Seorang pekerja menunjukkan produk EM4 untuk peternakan Kambing Central Tegal Jalan Rajawali No. 40 RT 03 RW 09, Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Tegal, Jawa Tengah.

Sosok pria enerjik menekuni usaha peternakan kambing awalnya hanya berkapasitas 20-30 ekor pada tahun 2004 atau 18 tahun yang silam, terus berkembang hingga kini ternak piharaannya populasi mencapai 500 ekor.

Ternak kambing jenis lokal Peranakan Etawa (PE) hasil budidaya itu setiap tahunnya dijual mencapai ratusan ekor untuk memenuhi kebutuhan hewan qurban masyarakat sekitarnya pada Hari Raya Idul Adha, tutur Abdul Bazir Nagara (42 tahun), pemilik peternakan Kambing Central Tegal Jalan Rajawali No. 40 RT 03 RW 09, Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Tegal, Jawa Tengah.

Ia menuturkan, awalnya mengembangkan ternak kambing secara manual, meskipun jumlahnya hanya puluhan ekor menimbulkan banyak masalah, terutama bau kotoran kambing yang menimbulkan pencemaran bagi lingkungan sekitarnya.

Lokasi tempat mengembangkan usaha peternak kambing juga dekat dengan lingkungan pemukiman elite, sehingga dengan hadirnya kandang ternak kambing sangat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitarnya.

“Kebetulan tahun 2004 ketika saya mulai merintis pengembangan ternak kambing,  bertemu dengan Pak Nato, salah satu agen penyalur pupuk hayati Effective Microorganisme4 (EM4) peternakan produksi PT Songgolangit Persada,” tutur Abdul Bazir Nagara.

Ia mengaku sejak awal mengembangkan usaha peternakan hingga sekarang yang mencapai puluhan tahun tidak bisa lepas dari penggunaan EM4 peternakan untuk pengolahan limbah kotoran kambing, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, untuk campuran air minum ternak dan fermentasi pakan.

Limbah ternak berupa kotoran kambing dengan sentuhan EM yakni teknologi yang mudah, murah, hemat energi, ramah lingkungan dan berkelanjutan berubah menjadi berkah yakni pupuk organik untuk menyuburkan tanaman hias, palawija dan tanaman pertanian yang sangat dibutuhkan oleh petani setempat.

Dengan berhasilnya mengatasi limbah (kotoran) peternakan kambing, maka populasi ternak piharaannya terus meningkat dan setiap tahun pada hari Raya Idul Adha ternak kambing yang besar dijual untuk hewan qurban yang dibeli oleh masyarakat sekitarnya.

Populasi hewan kambing piharaannya rata-rata sekitar 500 ekor, namun sekarang hanya 200 ekor karena sedang melakukan perbaikan kandang, tutur Abdul Bazir Nagara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini